Antara Bonus Demografi dan Daya Saing Kota

Oleh: Arief Wismansyah

Walikota Tangerang

 

SNOL,-TANTANGAN ke depan adalah bagaimana masyarakat Kota Tangerang memiliki daya sa­ing di tengah persaingan yang semakin ketat. Pemerintah punya tugas utama mensejahter­akan masyarakatnya. Sehingga visi kita ke de­pan adalah mewujudkan Kota Tangerang se­jahtera, berahlakul karimah dan berdaya saing.

Kita sebenarnya mempunyai modal untuk bisa bersaing dengan negara lain. Indonesia memiliki bonus demografi yang luar biasa. Jumlah anak-anak muda dan usia produktif yang sangat banyak.

Ini yang tidak dimiliki oleh negara lain. Jika jumlah ini dimanfaatkan dengan baik, maka akan menjadi pendo­rong utama pertumbuhan ekonomi kota.

Mereka kita dorong untuk memulai usaha menjadi start up. Pemuda tidak diarahkan hanya mencari kerja karena jumlah lapangan kerja yang terbatas. Tapi justru mereka kita dorong untuk bisa mem­buka lapangan kerja. Sejumlah program sudah kita lakukan. Misalnya, mempermudah per­izinan usaha bagi para strat up.

Memulai usaha memang ti­dak mudah. Perlu mentalitas dan kemauan yang kuat untuk mengembangkan usaha baru. Sekarang ini di Tangerang makin trend usaha kuliner, dan makan­an ringan. Ini peluang yang harus dimanfaatkan oleh anak muda. Terus berinovasi mencari produk kuliner atau makanan ringan yang bisa disukai konsumen.

Perilaku konsumen sudah berubah. Faktanya, saat ini di Kota Tangerang banyak mal yang tutup. Sebut saja, City Mall, Mal Cimone, sebentar lagi Balekota. Ini terjadi kare­na tren orang datang ke mal berubah. Dulu, orang datang ke mal untuk belanja, sekarang mereka datang untuk hang out dan bersenang-senang. Nah dengan kecenderungan ini, mal sebaiknya mengubah pola bisnisnya. Misalnya memper­banyak tempat-tempat makan.

Produk-produk UMKM dan para start up ini juga harus membawa merek kedaerahan. Nama Kota Tangerang. Produk lokal ini harus di-rebranding sehingga menjadi produk khas Kota Tangerang. Tidak dimiliki oleh kota lain. Ini yang akan terus kita kembangkan ke de­pan di Kota Tangerang.

Pengembangan skil SDM ini juga harus didukung oleh perguruan tinggi. Lulusan per­guruan tinggi tidak hanya me­miliki ijazah formal, tapi mer­eka sarjana yang benar-benar mempunyai skil. Relevan den­gan kebutuhan dunia kerja, atau mampu membuka lapan­gan kerja. Warga Tangerang harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Jangan sam­pai terbalik. Pedagang atau pengusaha datang dari daerah lain, tapi yang belanja justru orang Tangerang.

China saja yang komunis, sekarang menjadi sosialis kapi­talis, karena urusannya perut. Rakyat harus dikasih makan. Kalau tidak ada pertumbuhan ekonomi, bagaimana kita mau makan. Bukannya pro kapitalis, tapi ini soal kebutuhan hidup. Bahkan Rasulullah saja berda­gang sejak muda. Sehingga menjadi pengusaha sukses.

Apalagi di Kota Tangerang sudah tidak ada lagi lahan per­tanian. Dengan demikian kita harus melakukan terobosan. Meski sebagai kota industri, tetapi bagaimana agar kawasan ini tetap hijau dan nyaman. Salah satu programnya adalah mengembangkan urban farm­ing. Saat ini sudah dikembang­kan di Gerendeng Pulo, sebagai base pengembangan hidropon­ik. Ternyata dengan cara hidro­ponik warga bisa menambah penghasilan sehari Rp200 ribu, karena bisa panen setiap hari.

Agar kota ini juga punya daya saing, dan banyak dikunjungi orang, kita juga membuat pro­gram kampung berkelir di Ke­lurahan Babakan. Selain bersih dan hijau, tiap rumah di kam­pung itu ‘dilukis’ dengan tema khas Kota Tangerang, sehingga menjadi lebih indah. Selain itu, masyarakatnya juga sudah terlatih dan lebih ramah. Pen­gunjung dilayani dengan baik. Karena dengan keramahan, akan banyak orang datang dan betah tinggal di kota kita.

Kita juga menciptakan des­tinasi baru, agar kota ini me­narik dikunjungi. Bukan des­tinasi khusus seperti di Bali, namun kita buat great des­tinasi. Memadukan seluruh elemen kota menjadi desti­nasi besar yang menarik dan membuat betah pengunjung. Misalnya saja, ada destinasi Jembatan Brendeng, Jem­batan Benteng dan Grendeng. Jembatan itu diperindah dan ditata agar lebih baik lagi. Ter­masuk menata para pedagang di sekitar jembatan. Dengan konsep great destinasi, maka seluruh warga akan terlibat dan turut menjaga kenyaman­an kota ini. Ayo ke Tangerang! (*/tim/sn/bp/tp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.