BMKG Catat 46 Gempa Susulan

Pertamina Pastikan Pasokan Aman

GEMPA bumi kembali terjadi di Lebak, kemarin. Gempa tektonik ini merupakan gempa susulan dari gempa berkekuatan 6,1 skala Richter (SR) yang terjadi pada Selasa (23/1) kemarin.

“Gempa bumi ini termasuk dalam gempa susulan gempa bumi selatan Banten 23 Januari 2018 dengan kekuatan M=6,1. Hingga saat ini sudah tercatat 46 gempa bumi susulan,” kata Ke­pala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsu­nami BMKG Daryono lewat ket­erangan tertulisnya, Rabu (24/1).

Hasil analisis BMKG, gempa ini berkekuatan 5,0 SR yang ter­jadi pada koordinat 7,21 LS dan 105,99 BT. Gempa ini berlokasi di laut pada kedalaman 44 kilo­meter yang terjadi di 72 km arah barat daya Lebak.

“Gempa bumi selatan banten ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas sub­duksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia. Ha­sil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpo­tensi tsunami,” tutur Daryono.

Gempa ini dirasakan dalam skala sedang di beberapa daerah (Skala II-III MMI) di Cimandiri, Panggarangan-Lebak, Cikande-Serang, Ujung Genteng, Curug Kembar, Kota Sukabumi, Jakar­ta, Tangerang dan Bekasi. Gem­pa ini dirasakan dalam skala se­dang di beberapa daerah (Skala II MMI) di daerah Bogor, Cian­jur, dan Depok.

Skala II MMI artinya geta­ran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang di­gantung bergoyang. Sementara skala III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu.

Sementara itu, PT Pertamina memastikan seluruh fasilitas penimbunan dan penyaluran baik untuk BBM dan LPG dalam kondisi normal pascagempa yang terasa di sekitar Banten hingga Jakarta pada Selasa (23/1). Hal tersebut disampai­kan Unit Manager Communica­tion & CSR MOR III Dian Hapsa­ri Firasati.

Menurutnya, sesaat setelah kejadian tim Pertamina Market­ing Operation Region III lang­sung melakukan pengecekan di seluruh fasilitas TBBM, Termi­nal LPG, Depot Pengisian Pe­sawat Udara (DPPU), dan lem­baga penyalur BBM & LPG.

“Setelah dicek menyeluruh, alhamdulillah kondisi sarana dan fasilitas kami dalam kondisi aman dan dapat berfungsi den­gan baik,” katanya.

Beberapa fasilitas yang ter­dekat dengan lokasi gempa adalah Terminal BBM Tanjung Gerem dan Terminal LPG Tan­jung Sekong yang berlokasi di Banten. Selain memastikan penyaluran berjalan normal, Pertamina juga melakukan pe­mantauan terhadap kondisi ma­syarakat pasca gempa. Hingga saat ini, Pertamina terus berkor­dinasi dengan BPPD setempat untuk memonitor bantuan yang diperlukan.

Bantuan tak hanya diberikan pemerintah. Lembaga kema­nusiaan Aksi Cepat Tanggap juga memberikan bantuan. Tim Emergency Response ACT telah bergerak menuju lokasi ben­cana Selasa (23/1) lalu.

Lukman Solehudin selaku Koordinator Tim Emergency Response ACT mengatakan ACT mendirikan posko kemanusiaan yang menampung berbagai bantuan kemanusiaan, Rabu (24/1). (gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.