Volume Sampah Mencapai 132 Kubik per Hari

Mayoritas Dari Pasar Rangkasbitung

RANGKASBITUNG,SNOL–Volume sam­pah di Pasar Rangkasbitung, yang di­kumpulkan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara, jumlahnya mencapai 132 kubik per hari. Agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung dan kondisi lingkungan Pasar setem­pat, serta tidak terlihat kumuh. Sampah tersebut, setiap hari langsung diangkut dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Dengung, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Lebak, Nana Sunjana mengatakan, sampah yang paling banyak dihasilkan yaitu dari Pasar Rangkasbi­tung. Sedangkan, sampah yang dihasil­kan dari permukiman atau perumahan penduduk, hanya sebagiannya saja.

Hal itu diketahui katanya, ber­dasarkan laporan dari petugas pen­gangkut sampah di Dinas LH Leb­ak wilayah Pasar Rangkasbitung. Sedangkan, untuk sampah yang di­hasilkan dari permukiman atau pe­rumahan penduduk, paling tinggi se­banyak 25 hingga 35 kubik per hari.

“Khusus untuk sampah yang ter­kumpul di TPS yang kami sediakan dibeberapa titik di Pasar Rangkas­bitung, pengangkutannya menggu­nakan truk sampah yang disediakan tiga sampai empat unit. Sedangkan, untuk pengangkutan sampah di TPS untuk lingungan permukiman pen­duduk dilakukan menggunakan dua hingga tiga truk sampah, secara ber­giliran,” terang Nana, Rabu (24/1).

Mengingat jumlah sampah di Pasar Rangkasbitung, tinggi. Serta khawatir mengganggu kenyamanan pengunjung, serta mengancam tim­bulnya penyakit. Maka, TPS yang ada diberapat titik dijaga langsung oleh petugas pengumpul sampah.

“Penjaga ini, difungsikan untuk merapihkan sampah. Agar tidak ber­serakan disekitar TPS yang ada dibe­berapa titik di Pasar Rangkasbitung itu,” tandasnya.

Sekretaris DLH Lebak, Ade Kurnia menambahkan, jumlah atau volume itu bisa saja terus meningkat, bila jumlah permintaan berbagai jenis ba­rang kebutuhan di Pasar Rangkasbi­tung mayoritas menggunakan plastik.

Dicontohkannya, saat menghada­pi bulan puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, serta Idul Adha, terlihat mayoritas pengunjung yang mem­bawa barang belanjaannya, meng­gunakan plastik. Alhasil, selepas harihari besar keagamaan tersebut, volume sampah di Pasar Rangkasbi­tung semakin meningkat, rata – rata mencapai 198 kubik per hari.

“Bagi kami, sebanyak apapun sampah yang terkumpul dari Pasar Rangkasbitung dan dari permuki­man penduduk. Pengangkutan ke TPAnya tetap berjalan normal. Se­hingga, Rangkasbitung selalu dalam kondisi bersih dari sampah,” imbuh­nya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.