Perwira Polwan Dianiaya Sopir Truk

Dipicu Senggolan Mobil di Pintu Tol

TANGERANG, SNOL—Seorang perwira polisi wanita (Polwan) berpangkat komisaris dianiaya sopir truk di Tol Karawaci – Kebon Nanas, Rabu (25/1). Cekcot sempat terjadi sebelum Kompol Yohana Latuharhary dihajar sopir truk, Faturah­man. Tersangka tega menganiaya kor­ban lantaran tak terima ditegur.

Kompol Yohana masih terkulai le­mas di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang kema­rin. Yoke, sapaan akrab polwan itu, tak menyangka bila te­gurannya kepada sopir tersebut berbuah jotosan. Pa­dahal, menurut Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan, Yoke merupakan korban penyerempetan truk berjenis fuso tersebut.

“Sebelum penganiayaan ter­jadi memang mobil korban diserempet oleh kendaraan je­nis truk fuso dengan plat nomor BE 1696 yang pergi dari Lam­pung,” jelas Harry.

Penganiayaan Polwan yang bertugas di Bagian Operasi Pol­restro Tangerang Kota ini ber­mula dari benturan kendaraan korban dan tersangka di pintu tol tersebut. Anggotanya, jelas Harry, mencoba menegur ter­sangka usai penyerempetan tersebut. Harry menambahkan, mobil Toyota Yaris yang dikend­arai Yoke mengalami lecet di sisi kanan belakang.

Saat itu, kata Harry, Yoke berupaya minta penjelasan sopir truk bermuatan sembako tersebut. Bukannya meminta maaf, imbuh Harry, sopir terse­but justru menyalahkan kobran. Adu mulut pun tak terelakan an­tara keduanya.

“Korban otomatis turun, sem­pat menegur sopir untuk turun, untuk mengkomunikasikan itu. Setelah itu sebenarnya sudah se­lesai, korban sudah merelakan,” tutur Harry.

Usai itu, Yoke bersiap mening­galkan lokasi percekcokan terse­but. Namun rupanya sang sopir belum puas. Tersangka, kata Harry, membunyikan klakson kepada Yoke.

“Sebelum berangkat diklak­son tersangka dan korban turun, pelaku juga turun, dan pada saat turun melakuan penganiayaan,” tambah Kapolres.

Lebih dari tiga jotos menda­rat di tubuh Yoke. Harry men­gatakan, anggotanya mengalami pendarahan di bagian kepala serta lebam di hidung dan mata. Beruntung Yoke sempat memfo­to kendaraan tersangka sebelum truk tersebut kabur.

“Pelaku yang awalnya belum diketahui identitasnya me­larikan diri ke arah wilayah tol dalam kota,” kata Harry.

Kapolres menambahkan, saat dianiaya anggotanya tak men­gungkapkan identitasnya seb­agai Polwan. Saat itu, sambung Harry, Yoke tengah menggunak­an pakaian biasa.

“Sekitar pukul 19.30 WIB, ko­rban menelpon ke piket Polres, pada saat menelpon dalam ke­adaan yang sudah luka, korban, Kompol Yoke langsung ditolong personel kami yang memang setelah piket ditelpon, merapat ke TKP di tol,” ungkap Harry.

Perburuan terhadap tersang­ka, dikatakan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Pol­restro Tangerang Kota, AKBP Ojo Ruslani, dilakukan pihaknya dengan bantuan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Dia menambahkan, dua jam usai kejadian, truk beserta sopirnya terdeteksi di Jalan Fatmawati, Ja­karta Selatan.

“Sekitar 21.45 Wib pelaku atas nama Faturahman, yang pe­kerjaan sehari-harinya sebagai sopir, ditangkap di wilayah Fat­mawati dan saat ini sedang di­lakukan pemeriksaan kesehatan di RSU apakah yang bersangku­tan menggunakan atau meng­konsumsi narkoba,” ungkapnya.

Pelaku beserta truk Fuso diamankan di Mapolres Met­ro Tangerang. Selanjutnya, pelaku digelandang ke RSUD Tangerang untuk meminta maaf kepada korban. Sesampai di ru­ang IGD, tempat Johana dirawat, pelaku langsung mencium tan­gan korban. “Saya minta maaf, saya khilaf,” ujar Faturahman lirih.

Perbuatan tersangka diganjar pasal 351 KUHP. Hukuman atas pelanggaran tersebut adalah hukuman penjara minimal 4 ta­hun. (irfan/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.