Dua Rumah Tertimpa Longsor, Akses Jalan Poros Desa Putus

Warga Diimbau Waspada Longsor Susulan

PANGGARANGAN,SNOL–Bencana alam gempa bumi masih hangat terasa dan menjadi buah bibir di tengah masyara­kat. Kini, musibah longsor melanda Kampung Cileuteuh, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Ka­bupaten Lebak, Rabu (31/1) dinihari. Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga setempat yaitu milik Rosti (47) dan milik Murdin (50), rusak akibat ter­timpa tanah longsor.

Selain itu, akses jalan poros desa se­tempat putus, akibat tertimbun tanah longsor. Alhasil, aktivitas warga sekitar tersendat dan sulit dilintasi kendaraan alias hanya bisa dilintasi oleh pejalan kaki, sambil harus berhati-hati.

Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Panggarangan, Herdi mengatakan, tanah dipermukiman di Kampung Cileuteuh, lokasinya berada di dataran tinggi. Diduga, dibagian tanahnya labil, disaat hujan deras mengguyur mem­buat tanah longsor.

“Hanya dua rumah dan memutus jalan poros desa. Akibat kejadian ini, tidak ada korban jiwa. Kini, sejumlah warga bergotong-royong membersihkan material longsoran yang menu­tup akses jalan poros desa,” kata Herdi, Rabu (31/1).

Menurutnya, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi longsor susulan, yang dipastikan akan membahayakan. Pihaknya sudah melaporkannya ke aparat Desa dan Kecamatan Pangga­rangan, termasuk ke BPBD Kabupaten Lebak.

“Hari ini (Rabu,31/1,red), anggota BPBD sudah ada dilokasi bencana. Un­tuk melihat langsung, apakah tanah di Kampung Cileuteuh masih berpotensi longsor atau tidak,” tandasnya.

Ditambahkannya, saat longsor, war­ga sekitar merasakan adanya getaran layaknya gempa bumi. Sehingga, saat itu pula warga langsung berusaha menyelamatkan diri bersama anggota kelu­arganya, ke luar rumah masing-masing.

“Kata warga, inget gempa yang beber­apa hari lalu terjadi. Sehingga, saat ada getaran akibat tanah longsor, semua warga di kampung tersebut bergegas meninggalkan rumahnya,” pungkasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak, Madlias mem­benarkan kejadian itu. Setelah mendapat laporan dari relawan yang bertugas di kecamatan tersebut, pihaknya langsung memerintahkan relawan lainnya untuk mendatangi lokasi dan membawa ban­tuan kedaruratan bencana.

“Khusus untuk bantuan bagi kedua pemilik rumah tersebut, sudah kami distribusikan langsung,” imbuhnya. (mulyana/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.