Pembangunan Apartemen Loftvilles City Ditolak Warga

CIPUTAT,SNOL— Puluhan warga RW 05 Perumahan Serua Indah Kelu­rahan Serua Kecamatan Ciputat mengepung kantor Kantor PT Bukit Serua Development (PT BSD) di Jalan Raya Bukit Kelurahan Serua dan Kantor Walikota Tangsel di Jalan Maruga Raya Kelurahan Serua Ke­camatan Ciputat. Mereka menolak pembangunan Apartemen LoftVilles City Serua karena mereka merasa terganggu pengerjaannya melebihi jam kerja.

Aksi unjukrasa diikuti sebanyak 50 orang itu dilakukan dengan cara longmarch sekitar 08.20 Wib dari titik kumpul balai warga RW 05 Pe­rumahan Serua Indah Kelurahan Serua menuju Kantor PT Bukit Serua Development di Jalan Raya Bukit Ke­lurahan Serua. Sesampainya di sana, masa berorasi sambil membentang­kan spanduk beisi penolakan adanya pembangunan gedung tersebut.

Koorlap aksi, Agus Hidayat menga­takan, pihaknya menolak pembangu­nan apartemen LoftVilles City Serua. Warga merasa terganggu dengan ak­tivitas pembangunan tersebut karena pengerjaannya melebihi jam kerja.

“Kami warga RW 05 perumahan Serua Indah sangat terganggu oleh pengerjaan apartemen ini, tidak ada izin lingkungan namun pengerjaan proyek ini melebihi pekerjaan yang normatif, janjinya pengerjaan hanya sampai pukul 18.00 namun nyatanya 24 jam,” ujar Agus dalam orasinya.

Oleh karena itu pihaknya meminta agar waktu pembangunan 24 jam apartemen tersebut distop karena sangat tidak manusiawi dan melang­gar HAM. “Jarak pekerjaan hanya 12 meter dari rumah kami sehingga tower Cren yang dipakai sangatlah mengganggu dan kami was-was akan terjadi hal hal yang dapat mencelaka­kan kami,” terangnya.

Usai berorasi di kantor perusahaan pelaksana pembangunan apartemen tersebut, massa kemudian bergeser ke Kantor Walikota Tangsel Jalan Maruga Raya Serua Ciputat. Di sana, mereka kembali menggelar aksi dan berorasi.

Massa mendesak Walikota Tangsel menjelaskan atas dasar apa walikota memberikan izin pembangunan apartemen, apakah izinnya hanya lewat camat atau lurah saja. “Kami minta ibu Airin segera menanggapi keluhan kami, selama dua bulan ini kami merasa tidak manusiawi karena pekerjaan apartemen 24 jam. Kami minta ibu walikota menghentikan pekerjaan yang dilakukan 24 jam, kami sudah sangat terganggu akibat pekerjaan apartemen loftvilles,” pin­tanya.

“Kalau ibu Airin punya hati nurani, dengarkan keluhan kami, ibu cabut izin 24 jam pekerjaan apartemen itu,” sambung Agus.

Sekitar pukul 09.35 perwakilan massa diterima Staf ahli Ekonomi, pembangunan dan UKM Tangsel Dedi Budiawan untuk audiensi di lantai 6 balai kota Tangsel. Dalam kesempatan itu Agus kembali men­egaskan bahwa sejak awal Desember 2017 warga merasa sangat terganggu atas pengerjaan Apartemen Loft­villes, karena pengerjaannya 24 jam. Perjanjian sebelumnya pengerjaan hanya sampai pukul 18.00 Wib, na­mun sejak dua bulan terakhir ini dikerjakan siang hingga malam.

Menanggapi aspirasi warga, Dedy Budiawan meminta agar warga ber­sabar. Pihaknya berjanji akan me­nyampaikan aspirasi dan tuntutan tersebut kepada Walikota. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Kasatpol PP untuk membuat referensi dalam mengambil langkah selanjutnya,” tuturnya. Usai audiensi, massa pun membubarkan diri dengan tertib. (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.