Kejaksaan Diminta Panggil Kades Penunggak Rasta

PAKUHAJI, SNOL- Sejumlah aktivis di Ke­camatan Pakuhaji meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang untuk memanggil para kepala desa yang belum melunasi tunggakan Beras Rakyat Pra Sejahtera (Rasta) 2017. Mereka khawatir bila tunggakan pembayar belum disetorkan membuat distribusi beras bagi warga miskin akan terham­bat.

Aktivis Kecamatan pakuhaji Enjang Yuda mengaku heran masih banyak desa yang masih menunggak pem­bayaran beras Rasta sebab berdasarkan penulusuran dirinya warga tidak ada yang tidak membayar saat mengambil beras Rasta.

“Saya minta Kejaksaan segera melakukan pemanggila ke kepala desa yang menunggak beras Rasta seb­agai shock therapy ke kepala desa agar segera melunasi Rasta. Saya yakin tidak ada warga yang menungak pembayaran Rasta,” kata Enjang kepada Satelit News di Kantor Kelurahan Pakuhaji, Senin (5/1)

Menurut Enjang, bila kepala desa ti­dak segera membayar tunggakan beras Rasta dikhawatirkan distribusi penyaluran akan dihentikan oleh Bulog Divisi Regional Tangerang. Akibatnya warga miskin yang membutuhkan menjadi sangat dirugikan. Terlebih saat ini har­ga bersa sedang tinggi

“Beras Rasta selalu ditunggu peyal­urannya oleh warga kurang mampu secara ekonomi bila tunggakan tidak segera dibayar tentunya Bulog bisa menghentikan sementara penyaluran­nya,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Keca­matan (Sekcam) Pakuhaji Yandri Per­mana mengatakan, setelah dilayankan surat teguran oleh Camat Pakuhaji Ujat Sudrajat kepada para kepala desa yang menunggak beras Rasta pada Jumat (2/2) lalu, total tunggakan pada Senin (5/2) ini telah menurun menjadi sekitar Rp 900 Juta dari sekitar Rp 1 Milar lebih.

“Hari ini, ada tiga desa dan satu ke­lurahan yang sudah melunasi pem­bayaran beras Rasta,” kata Yandri.

Menurut Yandri, tiga Desa yang su­dah melunasi pembayaran beras rasta yaitu Desa Gaga, Desa Rawa Boni, Desa Surya Bahari dan kelurahan Pakuhaji. Yandri juga mengaku pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan kepala desa yang belum membayar tunggakan beras Rasta agar segera me­lunasi.

“Hari ini, kita kembali turun ke desa untuk mengingatkan kembali agar para kepala desa segera membayar tung­gakan Rasta,” ujarnya.

Yandri menambahkan, dari pantau­annya ada beberapa faktor yang meye­babkan tunggakan pembayaran be­ras Rasta di Kecamatan Pakuhaji masih tinggi, salah satunya belum menerima pembayaran dari para Ketua Rukun Tetangga (RT). “Berdasarkan informasi dari para kepala desa masih banyak Ketua RT yang belum bayar,” pungkas­nya. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.