Longsor Underpass Bandara Timbun Mobil

Kereta Bandara Berhenti Beroperasi

TANGERANG, SNOL—Hujan lebat me­nyebabkan underpass atau terowon­gan kawasan Perimeter Selatan yang menjadi penghubung antara Kota Tangerang dan Bandara Internasi­onal Soekarno – Hata longsor, Senin (5/2). Longsoran tanah menimbun satu unit mobil yang sedang melin­tas.

Underpass di Perimeter Selatan ini baru beberapa bulan beroperasi. Ja­lan yang menjadi akses menuju ban­dara dari arah Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang ini dibangun oleh PT Waskita guna melancarkan jalur Kereta Bandara yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Vice President of Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano membenarkan kejadian tersebut. Kendati demikian dirinya mengaku saat ini tengah memastikan penye­bab kelongsoran tersebut.

“Kami sedang memastikan apakah yang longsor tersebut adalah tanah yang berada di sisi underpass atau betonnya,” kata Yado Senin (5/2).

Sementara itu mengetahui insiden tersebut Kapolres Metro Bandara Soekarno – Hatta Kombes Pol Akh­mad Yusef Gunawan beserta jajaran terjun langsung untuk membantu mengevakuasi mobil yang tertimbun lelongsoran tersebut menggunakan cangkul. Anggota kepolisian juga dibantu tim pemadam kebakaran mencoba mengeluarkan korban yang terjebak di dalam mobil yang sudah dipenuhi air tersebut.

Ketika evakuasi berlangsung seorang petugas sempat memberi­kan selang oksigen pada pengendara sedan hitam yang masih terjebak di dalamnya. Kapolres Bandara men­gatakan kejadian tersebut disebab­kan akibat ambruknya tembok yang berada di jalan tersebut. Dirinya juga membenarkan terdapat pengendara yang terjebak di dalamnya.

“Telah terjadi tembok sebelah kiri underpass atau terowongan rel KA Bandara Jalan Perimeter Selatan sepanjang 20 meter ambrol. Ada kendaraan yang terjebak didalam mobil saat ini (red) sedang diupay­akan alat evaluasi,” jelasnya.

Sementara itu dia menyebut, aki­bat insiden ini jalur Perimeter Se­latan ditutup total bagi pengendara yang hendak menuju ke arah Kota Tangerang dari Bandara Soekarno – Hatta dan sebaliknya. Sementara petugas kepolisian juga melakukan rekayasa lalulintas.

“Saat ini TKP tidak dapat dilintasi karena dikhawatirkan dapat mem­berikan tekanan sehingga tembok lain akan rubuh karena kondisi su­dah retak dan miring. Sementara arus lalu lintas diarahkan ke Perim­eter Utara dan kemudian dari arah Bandara diarahkan ke Arah Duta Garden,” tandasnya.

Sementara itu, akibat longsor tersebut, PT Railink selaku operator layanan kereta api Bandara Soekar­no-Hatta menghentikan layanannya menyusul peristiwa tanah longsor di terowongan kendaraan Jalan Perim­eter Selatan.

“Untuk sementara, KA bandara di­hentikan sampai waktu yang belum ditentukan demi keselamatan pen­umpang,” kata JM Marcomm and PR PT Railink Diah Suryandari seperti dilansir kompas.com.

Di Stasiun Kereta Bandara Soekar­no-Hatta pun, sama sekali tidak ada penumpang yang menunggu kereta. Adapun petugas dari PT Angkasa Pura II yang berada di shelter kereta layang atau skytrain menuju stasiun kereta bandara nampak aktif memberi tahu penumpang bahwa layanan kereta se­dang tidak dioperasikan saat ini.

Diah menyebut, dari laporan tim di lapangan, tanah yang menjadi dasar fondasi untuk rel kereta ban­dara yang longsor itu terlihat tidak aman untuk dilintasi. Bahkan, tem­bok yang menopang tanah dan rel di atasnya secara jelas didapati miring sehingga perlu perbaikan dan me­mastikan jalur itu aman untuk di­lalui. Diah juga memastikan, ketika peristiwa tanah longsor terjadi, tidak ada kereta bandara yang melintas.

Semua kereta ditahan untuk tidak diberangkatkan setelah ada laporan tanah longsor, sehingga penumpang diturunkan di stasiun terdekat, yakni di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta dan di Stasiun Batu Ceper.

PT Railink juga mempersilakan penumpang yang telah membeli tik­et untuk mengajukan pengembalian uang atau refund. Kebijakan ini di­lakukan karena layanan KA bandara dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.

“Penumpang bisa refund dan kami imbau untuk sementara waktu menggunakan moda transportasi lain sampai layanan ini aktif kem­bali,” kata Diah Suryandariyandari. (iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.