Kader Posyandu Pertanyakan Pengurangan Insentif

RAJEG,SNOL- Sejumlah kader Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (Posyandu) di Desa yang ada di Kecamatan Rajeg mem­pertanyakan pengurangan insentif yang diterimanya di tahun 2017 lalu. Pasalnya jika di tahun 2015 dan 2016 lalu mereka menerima insentif Rp 50 ribu selama 12 bulan, kini mereka hanya menerima insentif hanya un­tuk 6 bulan saja.

“Saya menerima keluhan dari para kader Posyandu Desa Pangarengan kenapa pada 2017 lalu hanya dika­sih insentif Cuma 5 bulan. Sedan­gkan pada 2016 seluiruhnya 12 bu­lan,” kata Adhari pada Musyawarah Rencana Pembanguan Kecamatan (Musrembangcam) Rajeg, Selasa (13/2).

Menurut Adhari sebenarnya kader Posyandu di Desa Pangarengan ada 30 kader dari 8 Posyandu yang ada di Desa Pegarengan. Namun dari jumlah tersebut yang menerima ru­tin menerima insentif hanya 10 kader saja dan jumlahnya dipotong pajak menjadi Rp 47.500 per kader.

Menurut Adhari, walaupun jum­lahnya kecil namun insentif tersebut sangat bermanfaat dan bisa menam­bah semangat kader Posyandu. Ter­lebih keberadaan Posyandu sangat penting karena menjadi sebagai ujung tombak bidang kesehatan di desa,

“Dengan adanya insentif yang di­berikan tentu menjadi motivasi para kader Posyandu untuk membantu bidan desa juga sosialisasi program baik dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Pusat ke masyarakat yang ada di desa,” jelas­nya.

Adhari meyakini jika pengurangan insentif kader PKK yang hanya dika­sih 5 bulan tersebut tidak saja terjadi di Desa Pangarengan namun terjadi semua desa di Kecamatan Rajeg, Na­mun begitu Adhari m mengaku tidak berniat untuk mencari siapa yang benar dan salah namun hanya me­nyampaikan aspirasi dari para kader Posyandu di desanya saja.

“Saya hanya menyampaikan keluh kesah kader Posyandu. Bila insentif hanya dikasih 5 bulan saja tidak apa-apa namun baiknya sampaikan ke para kader Posyandu agar tidak ter­jadi salah paham,” pungkasnya

Senada disampikan, Ketua BPD Rajeg Mulya Cecep Yusup mengaku di Desa Rajeg Mulya juga insentif kader Posyandu pada 2017 lalu hanya dikasih 5 bulan. Menurut Cecep, selain insentif kader Posyandu tidak dibayar 12 bulan di Desa Rajeg Mu­lya para kader Posyandu mencari donatur untuk mendapatkan makanan sehat yang dibagikan ke anak kecil.

“Istri saya kader Posyandu di Desa Rajeg Mulya. Bahkan rumah saya juga dijadikan tempat Posyandu. Berdasarkan informasi dari istri in­sentif kader Posyandu 2017 hanya dibayar 5 bulan,” singkatnya

Sementara itu Camat Rajeg Ah­mad Patoni tidak banyak komentar saat dikonfrmasi terkait hal tersebut. Namun Toni mengatakan, insentif Kader Posyandu mengaku insentif untuk kader Posyandu tersebut akan ditambah pada 2018 ini. “Sesuai yang disampaikan saat Musrembangcam tadi, Insentif kader Posyandu akan ditambah. Adapun insentif 2017 lalu hanya diberikan 5 bulan. Saya jadi Camat di Rajeg baru sekitar 6 bulan. Jadi saya tidak tahu coba tanya ke ke­pala Puskesmas,” singkatnya.

Kepala Puskesmas Rajeg Pri Hel­ga Ismiati belum bisa dikonfrmasi Satelit News mendatangani Puskes­mas Rajeg sedang tidak ada dikantor. “Ibu kepala sedang keluar. saya tidak bisa memberikan nomor kontaknya tanpa seizin ibu kepala,” kata salah seorang petugas Puskesmas Rajeg yang tidak mau disebutkan namanya. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.