Ketua MUI Sebut Memilih Pemimpin Adalah Kewajiban

TANGERANG, SNOL—Tidak halal tiga orang yang bepergian tidak memilih pemimpin. Memilih pemimpin adalah sebuah kewajiban. Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi saat Sosia­lisasi Pemilihan Walikota dan wakil Walikota Tangerang kepada pengu­rus MUI Kota Tangerang dan keca­matan se Kota Tangerang, Kamis pagi (22/2), di Gedung MUI Kota Tangerang.

Ketua MUI Kota Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi, dalam sam­butannya menyampaikan bahwa yang hadir adalah ulama, bahkan ini semua pengurus ulama. Yang semua harus sidiq, amanah, tablig, fathonah.

Selanjutnya, kata Ketua MUI se­cara demogratis negara Indonesia berada diurutan 4 dunia. Pertama RRC, kemudian India, selanjutnya Amerika, setelah itu baru Indonesia dengan jumlah penduduk 260 juta. Dikatakannya, Indonesia negara Islam nomor 1 di dunia sebanyak 87,6 persen. Sementara Kota Tangerang 86,7 persen pemeluk Islam. Pemilu itu artinya kita menyaring orang un­tuk menjadi pemimpin.

“Ada beberapa yang harus dimiliki pemimpin. Di antaranya perhatian ibadah, perhatian kepada manu­sia dan kepada lingkungan. Biarkan mereka mencalonkan menjadi pe­mimpin, kita bisa menilai,” ungkap KH Edi Junaedi Nawawi. Ditegaskan­nya, orang Islam hidupnya harusnya maju. Negara yang penduduk Islam­nya banyak, hidupnya harus maju.

Sementara, Komisioner KPU Kota Tangerang, Bambang Haryadi men­gatakan Pilkada serentak digelar Rabu 27 Juni 2018 ini sudah mu­lai tahapan tahapannya. Bambang menginginkan soaialisaai yang diselenggarakan kepada para ulama Kota Tangerang ini tidak hanya sam­pai kepada peserta. “Saya berpesan agar sosialisasi ini diteruskan kepa­da masyarakat. Sosialisasi di tingkat kecamatan dilakukan sebanyak tiga kali dan di wilayah kelurahan di­lakukan empat kali,” ujar Bambang.

Dijelaskannya, saat ini tahapan Pilkada telah melaksanakan Coklit. Bila ada keluarga yang belum terdaf­tar sebagai pemilih bisa menyam­paikan ke RT atau PPS. “Sebelumnya nanti daftar pemilih, sebelum kita tetapkan, kita umumkan untuk me­lihat tanggapan masyarakat di PPS,” jelas Bambang Hariyadi. Syarat men­jadi pemilih, kata Bambang adalah berusia 17 tahun, atau pernah meni­kah, mempunya KTP elektronik atau Suket dari Disdukcapil.

“Bagi pemilih pemula yang be­lum memiliki KTP elektronik mau­pun Suket, nanti Disdukcapil akan menurunkan petugasnya untuk menerbitkan Suket bagi pemilih baru,” terang Bambang. Berbicara mengenai surat suara, kata Bam­bang karena hanya ada satu pasangan calon, nanti ada dua kolom. Pertama kolom pasangan, dan yang kedua kolom kosong.

“Semua kolom akan dihitung, an­tara pasangan calon dan kolom ko­song. Kalau kosong yang menang. Nanti akan ditunjuk pejabat semen­tara. Selanjutnya akan dilakukan pada Pilkada serentak tahun 2020,” beber Bambang. Legitimasi Pemilu, sambung Bambang itu karena ban­yaknya pemilih yang datang ke TPS melakukan pemilihan atau pencoblosan. KPU Kota Tangerang punya target partisipasi pemilih sebanyak 78 persen. “Target ini akan tercapai bila sosialisasi dilakukan gencar dengan bantuan para semua elemen masyarakat,” pungkasnya. (made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.