5000 Pelanggan PDAM Kekeringan

Gara-gara Pipa Bocor

KAB SERANG, SNOL–Jaringan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani Kabupaten Serang yang berlokasi di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang mengalami kebocoran. Akibatnya sebanyak  5.000 pelanggan selama dua hari ini sejak 27-28 Februari tidak teraliri air.

Salah Seorang warga Kampung Kepuh, Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, Lubis mengatakan, bahwa selama pipa saluran air dari  PDAM tersebut belum selesai diperbaiki, masyarakat sementara waktu mengambil air dari sumur untuk kebutuhan sehari-hari. “Sudah dua hari air dari PDAM nggak ngocor, jadi kami, khususnya ibu-ibu dari kemarin, Selasa (27/2) sampai sekarang, Rabu (28/2) mengambil air menggunakan ember dan jeriken ke sumur sumur milik warga,” kata Lubis.

Itu pun, kata Lubis warga biasanya tidak mau mengonsumsi air dari sumur tersebut lantaran airnya terasa payau,” Kalau di sini dekat dengan laut, sehingga air sumurnya rasanya gitu, payau. Jadi di Desa Tonjong itu hampir semua warganya sekarang ini berlangganan PDAM,” katanya.

Lubis mengaku sangat kecewa adanya penutupan sementara saluran air PDAM tersebut. Menurutnya, jika memang salurannya akan ditutup karena akan ada perbaikan, tentunya memberikan pemberitahuan terhadap pelanggan sehingga ada persiapan air bersih. “Salahnya enggak ada pengumuman, jadi kekeringan. Kalau ada kekeringan mah persiapan,  ini mah jadi pada sibuk,” katanya.

Saat dikonfirmasi,  Staf Direktur PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang, Rahmat membenarkan adanya kebocoran pipa milika PDAM Tirta Albantani  tersebut. Namun, kata dia tim perbaikan kebocoran dari PDAM sudah terjun ke lokasi sejak, Selasa (27/2) guna perbaikan. “Betul pak lagi ada kebocoran di dekat rel kereta, tim perbaikan kebocoran sudah bekerja dari kemarin, Selasa (27/2),” katanya.

Disinggung mengenai jumlah rumah yang tidak teraliri air akibat ada kebocoran tersebut, kata dia ada sekitar 500 lebih yang tidak teraliri. Namun ia menargetkan Pipa tersebut dapat segera diselesaika pada Rabu (28/2) ini.”Jumlah rumah lumayan banyak, karena aliran pipa itu sampai ke Kecamatan Bojonegara,” pungkasnya.(sidik/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.