Korban Keracunan Terus Berjatuhan

Dinas Kesehatan Tetapkan Status KLB

CIKUPA, SNOL—Korban keracu­nan pesta pernikahan di Kam­pung Cerewed, Desa Sukada­mai, Kecamatan Cikupa terus berjatuhan. Hingga kemarin jumlahnya mencapai 197 orang. Dinas Kesehatan Kabu­paten Tangerang menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk menangani para korban.

Kepala Puskesmas Pasir Jaya, Ai Siti Zakiah kemarin men­gatakan jumlah korban keracu­ nan mencapai 197 orang. Jumlah itu mengalami penambahan dari sehari sebelumnya yang hanya berjumlah 179 orang. Ke­jadian yang menimpa di Kam­pung Cerewet itu, imbuh Siti, saat ini masuk dalam kejadian luar biasa. (KLB), melihat kor­ban yang terkena dampak kera­cunan cukup banyak jumlahnya. ­

“Korban terus bertambah, sekarang menjadi 197 orang dan masuk status KLB,” kata Siti, Rabu (28/2).

Siti menambahkan jumlah korban yang harus menjalani rawat inap pada sejumlah rumah sakit juga mengalami penambahan. Sebelumnya han­ya 34 orang yang dirawat. Ke­marin, sebanyak 41 orang men­jalani perawatan di rumah sakit. Mereka masih terlihat lemah dan muntah-muntah dari akibat keracunan.

Korban keracunan terse­bar pada sejumlah pusat kes­ehatan di Kabupaten dan Kota Tangerang. Diantaranya RS Per­mata Hati berjumlah 61 orang dengan pasien rawat inap 28 orang, RS Hermina Bitung 20 dengan rawat inap 3 orang, RS Siloam Karawaci rawat inap 2 orang, RS Arya Medika rawat inap lima orang, RSUD Tangerang rawat inap satu orang, Ciputra Hospital rawat inap 2 orang, posko kesehatan Cerewet rawat jalan 65 orang dan Puskesmas Pasir Jaya rawat jalan 21 orang.

“Sehingga total keseluru­hannya mencapai 197 orang, dengan rawat inap 41 orang dan 156 rawat jalan,” katanya.

Menurut Siti, korban terus berjatuhan karena efek keracu­nan makanan yang memang cu­kup lama baru dirasakan. Para tamu undangan yang menyan­tap makanan pesta pernikahan di hari Minggu (26/2) itu baru merasakan sakit setelah beber­apa hari.

Dia mengkhawatirkan proses penyembuhan kepada korban akan berlangsung lama. Sebab, penyakit yang dialami korban berupa mual. Kondisi tersebut akan berpengaruh pada proses pemulihan karena korban men­jadi malas makan.

“Masih pada mual-mual, akibatanya korban jadi malas makan. Hal itu dikhawatirkan akan mempengaruhi waktu pemulihan fisik korban,” katanya.

Ia juga menambahkan, sejum­lah korban juga sempat ada yang kembali mengeluhkan datang Puskesmas Pasir Jaya, meski se­belumnya pernah mendapatkan penanganan. Korban mengaku masih mengalami ganguan fisik meski pernah diberikan obat se­belumnya.

Kabid Pencegahan dan Pen­gendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sisa makanan yang berhasil dikumpulkan dari rumah Ayumi, warga yang menggelar resepsi pernikahan anaknya Minggu lalu, termasuk faces dan muntahan korban untuk bisa diteliti oleh petu­gas lab pusat. Kata Hendra, sisa makanan dan buangan tubuh korban itu saat ini telah dikirim ke Badan Litbang Kemenkes RI untuk mengetahui dari mana sumber keracunan tersebut be­rasal.

“Sejumlah makanan yang berhasil terkumpul, termasuk faces dan muntahan pasien telah dikirimkan ke balai Lit­bang Kemenkes RI untuk diteliti dari mana penyebab keracunan berasal,” kata Hendra. Seraya menambahkan, proses pene­litian juga melibatkan tim ahli dari Universitas yang ditunjuk Kemenkes.

Disinggung berapa lama proses penelitian berlangsung, untuk mengetahui sumber pe­nyebab keracunan yang terjadi. Imbuh Hendra, optimis sepu­luh hari kedepan faktor penye­bab terjadinya keracunan masal yang menggemparkan masyara­kat, khususnya di Kampung Cerewet, Desa Sukadamai, Ke­camatan Cikupa itu sudah bisa diketahui.

“Sepuluh hari kedepan baru bisa diketahui apa dan dari mana asal keracunan berasal,” tandasnya. (mg1/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.