Pemeriksaan Kanker Serviks dan Payudara Diintensifkan

Dari Kalangan Remaja Hingga Orang Tua

CIKUPA, SNOL—Sebanyak 30 remaja dan orang tua mengikuti pemerik­saan atau inspeksi visual asam ase­tat di Aula Puskesmas Cikupa, Jumat (2/3). Kegiatan ini sebagai upaya antisipasi serangan penyakit kanker serviks dan payudara, karena dua pe­nyakit itu menjadi penyebab kema­tian kaum wanita yang menduduki posisi teratas di Indonesia.

Ketua Tim penggerak PKK Keca­matan Cikupa, Iif Masipah men­gatakan, kegiatan yang digelar TP PKK Kecamatan Cikupa bekerjasama dengan Puskesmas Cikupa ini bertu­juan untuk memberikan pemaha­man tentang penyakit kanker serviks dan payudara, karena sangat penting untuk diketahui oleh semua kalan­gan. Menurutnya, kemunculan pe­nyakit itu bisa dialami oleh semua wanita tanpa melihat usia, khusus­nya saat sedang haid atau subur.

Lanjut Iif, dengan mengetahui ten­tang penyakit penyakit kanker ser­viks dan payudara, kaum perempuan bisa menghindari kematian. Apalagi penyakit ini disebabkan oleh faktor gaya hidup yang kurang sehat dan asal.

“Semua wanita harus tahu apa itu kanker serviks dan kanker payudara, termasuk faktor penyebabnya. Pem­berian ilmu pengetahuan sengaja di­lakukan untuk mencegah kematian yang menimpa wanita hanya dikare­nakan hal sepele, hanya karena gaya hidup kurang sehat dan asal adalah pemicu munculnya pembunuh no­mor satu bagi wanita di Indonesia itu,” kata Iif, kepada Satelit News, ke­marin.

Untuk itu, pihaknya sengaja men­gajak seluruh perempuan, khusus­nya di Kecamatan Cikupa untuk bisa menjaga kebersihan tubuh dan alat vitalnya dengan gaya hidup sehat. Menurutnya, kanker serviks kerap muncul hanya karena disebabkan oleh faktor kelembapan yang terjadi pada alat organ kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya. Serta penggunaan pakaian dalam yang tidak bersih, juga menjadi pemicu munculnya serangan kanker serviks.

“Kebiasan jorok, dengan mem­biarkan tubuh dan alat vital dalam kondisi lembab ini yang kerap jadi pemicu munculnya kanker serviks. Pakaian dalam yang jarang diganti juga juga bisa menyebabkan kanker serviks,” katanya.

Serupa terjadi pada kasus penye­baran kanker payudara yang saat ini semakin marak dialami oleh perempuan, kata iif, pihaknya sen­gaja memberikan pemahaman awal dalam mengantisipasi muncul­nya kanker payudara dengan cara meraba bagian payudara sebelum benjolan yang disebabkan oleh ke­munculan kanker payudara semakin membesar.

“Tidak hanya penyebab ser­viks, perempuan juga harus tahu bagaimana cara mendeteksi sedari dini kemunculan kanker payudara. Dengan begitu, kemunculan kanker payudara bisa ditekan dari awal me­lalui cara melakukan proses raba-raba pada sekitar payudara sebelum semakin membesar,” jelasnya.

Iif menambahkan, kegiatan ini diikuti 30 persempuan dari segala lapisan. Para peserta diharapkan bisa menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada perem­puan lainnya, dalam mence­gah kematian yang dialami oleh perempuan akibat kanker serviks dan payudara.

Kepala Puskesmas Cikupa, Taris Syahrul Alam menambahkan, te­hitung sejak April 2017 lalu, belum ditemukan kasus kanker serviks di Kecamatan Cikupa. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap seluruh wani­ta yang ada di wilayah Puskesmas Cikupa agar bisa terhindar dari dua penyakit paling bahaya tersebut.

Menurut Taris, cara untuk mende­teksi awal keberadaan kanker servik pada tubuh, hanya dengan menetes­kan asam asetat pada alat vital wani­ta, sesaat kemudian akan diketahui apakah wanita tersebut terjangkit penyakit tersebut atau tidak. Berbe­da dengan kanker payudara, pasien hanya perlu melakukan proses pera­baan pada seluruh bagian payuda­ranya.

“Apabila ditemukan benjolan di sekitar payudara dengan disertai rasa sakit, kemungkinan benjolan itu adalah calon kanker payudara yang sedang tumbuh di dalam tubuh perempuan,” tandasnya.

Sebanyak 39 ribu wanita menjadi target Puskesmas Cikupa dalam pen­anganan kanker serviks dan payuda­ra. “Meski belum ada kasusnya, selu­ruh perempuan tetap akan diperiksa menghindari keberadaan kanker dalam tubuh semakin parah,” pung­kasnya. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.