2 Anggota Dewan dan 4 Pengusaha Akan Dipanggil Ulang

Guna Pendalaman Kasus Dugaan Korupsi P3T  

PANDEGLANG,SNOL–Pendalaman ka­sus dugaan korupsi Program Pem­bangunan Infrastruktur Perdesaan Tertinggal (P3T), terus digenjot. Hingga kini, Kejaksaan Negeri (Ke­jari) Pandeglang terus meminta keterangan terhadap para pihak yang diduga terlibat dan mengetahui prosesnya. Kali ini, lima pengusaha dipanggil Kejari untuk hadir mem­berikan keterangan.

Diketahui, dari lima orang pengusaha yang dipanggil untuk mem­berikan keterangan, hanya satu orang pengusaha yang hadir yaitu Direktur CV Cahaya Bintang Sembilan, Andi Haikal. Sementara, empat orang pengusaha lainnya mangkir alias tak memenuhi panggilan tersebut.

Pantauan dilokasi, sekitar pukul 14.00 WIB, Andi mendatangi gedung Kejari Pandeglang dan langsung masuk ke ruangan Seksi Pidana Khusus (Pid­sus), untuk menjalani pemeriksaan. Ia menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam (dari jam 14.00 WIB – jam 17.00 WIB).

Dalam kesempatanya, ia mem­benarkan jika kedatangannya itu terkait urusan P3T. Akan tetapi, ia membantah jika dirinya diperiksa. Karena, ia mengaku hanya diminta keterangan oleh jaksa Kejari. “Bu­kan diperiksa, hanya diminta keterangan. Terkait pengerjaan kegiatan pembangunan P3T,” kata Andi, Senin (5/3).

Proyek yang dikerjakannya tambah Andi, lokasinya di Kampung Pasir Cau, Desa Karang Setra, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang. Bentuk pembangunan yang dilak­sanakannya, berupa pembangunan drainase.

“Pekerjaannya sudah selesai se­belum tanggal 20 Desember 2017. Karena, kontraknya memang harus diselesaikan tanggal 20. Saya sudah dibayar, nilainya pekerjaannya sebe­sar Rp 199.370.000,” akunya.

Ia juga mengaku, banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan jaksa penyidik kepadanya saat pemerik­saan. Intinya, pertanyaan itu menu­rutnya, terkait tekhnis dan apakah benar dikerjakan atau tidaknya. Han­ya memperjelas pekerjaan saja. Ia juga membenarkan, dalam pemerik­saannya sempat disinggung tentang adanya dugaan setoran ke dewan.

“Oh, disinggung itu (dugaan setoran ke anggota dewan,red). Kebetulan saya kan tidak ada kesitu, tidak ada setoran. Mekanismenya, saya mendapat proyek hanya si­laturahmi dan komunikasi yang di­perlengkap menunjukkan legalitas sebagai pengusaha, dengan menun­jukkan Company Profil perusahaan atau bundle perusahaan yang saya serahkan ke dinas terkait,” terangnya.

Kepala Kejari Pandeglang, Nina Kartini menegaskan, pihaknya masih tetap melanjutkan dan mendalami proses pemeriksaan tentang dugaan korupsi proyek P3T. Bahkan ditegas­kannya, masih banyak yang mesti di­panggil untuk dimintai keterangan. “Banyaknya pihak yang dipanggil, supaya lebih jelas dan cepat men­getahui alatalat buktinya. Makanya, kami tetap masih dalam tahap pen­dalaman,” ungkap Nina.

Ditambahkannya, sekarang (kemarin,red) mestinya ada 5 orang pengusaha yang dipanggil. Akan tetapi, yang hadir hanya 1 orang saja. Untuk yang tidak hadir tambahnya, baik pengusaha atau anggota DPRD Pandeglang yang dua orang bebera­pa waktu lalu tidak hadir, tetap akan dipanggil ulang.

“Pokoknya, nanti kami panggil lagi. Baik pengusaha, maupun ang­gota DPRD Pandeglang. Tinggal menunggu Kasi Pidsus mengajukan panggilannya. Soal dua alat bukti, lagi ibu (Nina,red) dalami. Belum ibu kumpulkan data dokumennya. Intinya, kita ambil keterangan dulu. Mudahmudahan, sudah ada orang yang diambil berikut datanya,” im­buhnya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.