Jalan Rangkasbitung – Kolelet Ditanami Pohon Pisang

DPUPR Klaim Sudah Siapkan Anggaran Rp 1,2 M Untuk Perbaikannya

RANGKASBITUNG,SNOL–Kesal akibat ja­lan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Sejumlah masyarakat Kampung Kolelet, Desa Pabuaran, Kecamatan Rangkasbi­tung, Kabupaten Lebak, terpaksa mena­nami ruas jalan Rangkasbitung – Kolelet, dengan pohon pisang. Padahal, jalan tersebut sebagai penghubung Kabupaten Lebak dengan Kabupaten Serang.

Kini, kondisi jalan tersebut mengkha­watirkan dan membahayakan kesela­matan pengguna jalan. Selain dipenuhi lubang juga banyak titik yang licin dan rawan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Pengendara yang melintasinya, harus ekstra hati – hati memilih jalan yang laik dilintasi.

Seorang warga, Nurdin mengatakan, jalan yang menghubungkan Kabupaten Lebak dengan Kabupaten Serang itu sudah berangsur lama tidak ada per­baikan dari instansi terkait. Maka dari itu, sebagai bentuk kekecewaan warga dilakukan penanaman pohon pisang di ruas jalan tersebut.

“Selain bentuk protes. Penanaman pohon pisang tersebut, sebagai tanda agar pengguna jalan berhati – hati dan mengurangi kecepatan kendaraannya saat melintasi jalan tersebut,” kata Nur­din kepada Satelit News, Senin (5/3).

Oleh karena itu, agar tidak menim­bulkan banyak korban. Masyarakat berharap, pemerintah segera memper­baikinya. Karena, kondisinya sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan manusia. “Selain meminimalisir angka kecelakaan, perbaikan jalan juga un­tuk meningkatkan roda perekonomian warga,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak, Wawan Kuswanto mengatakan, jalan Rangkasbitung – Kolelet, sepanjang 2 kilo meter yang mengalami rusak parah itu sudah dialokasikan anggaran un­tuk perbaikannya, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lebak TA 2018, sebesar Rp 2,1 Miliar.

Namun demikian, pelaksanaan­nya belum bisa dilakukan bulan ini. Karena, perbaikan melalui penghotmi­kan tersebut masih menunggu proses lelang, yang nantinya dilaksanakan pihak rekanan (kontraktor). “Mudah-mudahan, tender atau lelang proyek perbaikannya bisa berjalan cepat. Se­hingga, kerusakan jalan Rangkasbitung – Kolelet, bisa segera ditangani,” ung­kap Wawan.

Ditambahkannya, selain jalan Rang­kasbitung – Kolelet merupakan salah satu akses jalan yang menghubung­kan Lebak dengan Kabupaten Serang. “Pemkab sangat menginginkan jalan Rangkasbitung – Kolelet ini dalam kondisi baik. Sehingga, ketika mengala­mi kerusakan sudah pasti Pemkab akan memperhatikannya,” pungkasnya.

Senada, dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Jalan dan Jem­batan DPUPR Lebak, Entoy Saepudin. Menurutnya, selain diperbaiki melalui penghotmikan dengan biaya Rp 2,1 Miliar, bidangnya-pun kini melakukan perbaikan periodik dibeberapa titik di badan jalan Rangkasbitung – Kolelet, yang mengalami rusak ringan.

“Sekitar pertengahan April tahun ini, kami akan segera melakukan peng­hotmikannya, melalui pihak rekanan pemenang tender perbaikan jalan tersebut,” terang Entoy. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.