Satpol PP Perbanyak Sidang Tipiring

TANGERANG, SNOL—Satuan Poli­si Pamong Praja Kota Tangerang menggencarkan pelaksanaan sidang tindak pidana ringan (Tipiring). Hal tersebut dilakukan untuk menegak­kan peraturan daerah (Perda) Kota Tangerang yang sering kali dilanggar secara berulang.

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang mengatakan in­stitusi yang menjadi garda terdepan dalam penegakan Perda itu, men­argetkan dalam satu bulan minimal tiga kali pelaksanaan sidang Tipiring. Menurut dia optimalisasi penegakan Perda ini untuk membuat efek jera kepada masyarakat yang masih tidak mengindahkan peraturan daerah.

“Kita sekarang melakukan sidang ini (Tipiring) satu bulan bisa tiga kali,” ungkap dia Senin, (5/3).

Menurut Kaonang Kota Tangerang mempunyai 13 kecamatan, dengan begitu perlu pelaksanaan sidang Tipiring tidak satu bulan sekali. “Ka­sihan pelanggar, maka dengan si­dang Tipiring tiga kali sebulan kita bisa muter ke wilayah yang potensi pelanggarnya banyak dan sidang­nya di kantor kecamatan terdekat dengan pelanggar. Sehingga pelak­sanaan sidang efektif. Jadi yang si­dangnya di Mako Pol PP pelanggar di wilayah Kecamatan Tangerang dan sekitarnya. Ini adalah inovatif yang ditawarkan Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang,” beber Kaonang.

Kaonang mengatakan saat ini sanksi yang selama ini ditimpakan kepada pelanggar Perda masih san­gat ringan. Sehingga pelanggar kerap menulangi kesalahannya.

“Ya meski begitu kami terus beru­paya untuk menindak dengan tegas pelanggar Perda tersebut,” jelas dia.

Sementara terpisah dihubungi Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Edy Ham mengaku mengapresiasi kinerja Pol PP dalam melakukan tin­dakan kepda pelanggar Perda me­lalui Tipiring.

“Kami sangat optimis dengan menerapkan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi pelanggar Peraturan Daerah di Kota Tangerang akan ada efek jera. Sehingga tidak ada lagi yang kembali mengulangi kesalah­annya setelah dilaksanakan sidang Tipiring,” tegas dia.

Dalam rangka mewujudkan tata kehidupan Kota Tangerang yang ten­teram, lanjut dia, jelas diperlukan adanya pengaturan dan penegak­kan Perda Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyara­kat yang mampu melindungi warga kota dan kelengkapannya.

“Perda tentang Ketentraman, Ket­ertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Tramtibum Linmas) ini sudah disahkan oleh Waliko­ta Tangerang dan saat ini sedang menunggu pemberlakukan kepada masyarakat,” ujarnya.

Edy Ham optimis ke depan Sat­pol PP Kota Tangerang akan terus-menerus melakukan operasi pe­nyisiran dan tangkap tangan serta penyegelan untuk bangunan tidak berijin dan pelanggar Perda lainnya.

“Bagi pelanggar Perda yang sudah diberikan peringatan berkali-kali tapi tetap membandel, kemudian me­masukkan ke sidang Tipiring dengan dikenakan ancaman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak Rp50 juta itu se­harusnya,” jelas dia. (iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.