DLHK Ancam Cabut Izin IPLC Pabrik Pewarna Pakaian

Jika Terbukti Cemari Sungai Cirarab

SEPATAN, SNOL- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mengancam akan mengirimkan surat rekomendasi kepa­da Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk mencabut surat Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) milik PT Fortuna Jaya di kawasan industri Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Ka­bupaten Tangerang. Hal tersebut akan dilakukan jika pabrik pewarna pakaian tersebut terbukti mencemari sungai Ci­rarab dengan membuang limbah tanpa diolah terlebih dahulu.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan DLHK Kabupaten Tangerang Budi Khomaedi menjelas­kan, sebenarnya PT Fortuna Jaya su­dah sempat mendapatkan Surat Peringatan Pertama dari DLHK Kabupaten Tangerang pada tahun 2014 lalu kare­na tidak memiliki Instalasi pengola­han air limbah (IPAL). Saat itu, setelah mendapatkan SP pertama tersebut, pi­hak PT Fortuna Jaya langsung membuat IPAL dan mengajukan IPLC kepada DP­MTSP sehingga SP pertama tersebut ti­dak dilanjuti kembali.

“Pabrik pewarna pakaian PT Fortuna Jaya, sudah pernah mendapatkan su­rat teguran pertama dari DLHK karena ditemukan pembuangan limbah cair dari aktivitas produksi yang langsung dibuang ke lingkungan,” kata Budi ke­pada Satelit News melalui telepon, Rabu (7/3).

Namun dengan adanya laporan dari aktivis lingkungan pihaknya akan segera menerjunkan petugas untuk meneliti kebenaran laporan terkait pembuangan limbah yang dilakukan PT Fortuna Jaya. Namun jika dilihat dari bukti awal yang diberikan, pihaknya menduga IPAL yang ada saat ini tidak difungsikan oleh PT Fortuna Jaya.

“Jika IPAL benarbenar tidak difung­sikan, maka kami akan meminta DP­MTSP untuk mencabut IPLC yang di­miliki PT Fortuna Jaya,” jelas Budi.

Dan jika IPLC tersebut dicabut, lan­jut Budi maka dengan sendirinya PT Fortuna Jaya tidak boleh beroperasi se­mentara waktu.

Budi menambahkan, berdasarkan teori bila pabrik seudah memiliki surat IPLC berarti sudah tidak ada masalah dalam pembuangan limbah cair na­mun DLHK Kabupaten Tangerang tidak mungkin bisa mengawasi setiap hari seluruh pabrik yang ada di Kabupaten Tangerang.

Saat hal ini coba dikonfirmasikan kepada PT Fortuna Jaya pihak perusa­haan pewarna pakaian melalui petugas keamanannya menjelaskan jika pimpi­nannya sedang tidak ada ditempat.

“Maaf pak pimpinan belum pada datang. Saya tidak berani memberikan nomor kontak pimpinan,” kata Agus Rahman petugas keamanan PT Fortuna Jaya.

Agus juga tidak memperbolehkan Satelit News untuk masuk ke lingkungan pabrik seraya mengatakan jika limbah cair dari aktivitas pewarnaan pakaian tersebut telah dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai Cirarab.

Sebelumnya diberitkan, Aktivis Ma­hasiswa dan Pemuda di Tangerang Utara, Kabupaten Tangerang menuding pabrik pewarna pakaian yang berada di Kampung Grudug, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan telah mencemari sungai Cirarab. Hal terse­but mereka simpulkan setelah mereka melakukan penelusuran di sepanjang sungai Cirarab untuk mengetahui sumber pencemaran sungai yang di­manfaatkan warga untuk mengairi sawah dan berbagai kebutuhan lain­nya ini. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.