Sekda Warning Optimalisasi Serapan Anggaran

CILEGON, SNOL – Untuk tidak mengulangi adanya Silpa sep­erti di 2016 sebesar Rp 311 mil­iar, Sekda Cilegon, Sari Suryati memanggil sejumlah OPD. Pe­manggilan itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pro­gres kegiatan proyek dan pro­gram prioritas di masing-masing OPD.

Berdasarkan pantauan, sejum­lah Kepala OPD yang dipanggil Sekda di antaranya, Kepala Ins­pektorat Epud Saepudin, Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Syafrudin, Kepala Badan Pengadaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Maman Mauludin, Kepala Disperindag TB Dikrie Maulawardhana dan beberapa kepala OPD lainnya.

Ditemui usai rapat tertutup, Sekda Kota Cilego, Sari Suryati mengatakan, ada beberapa skala prioritas Pemkot yang dikerjakan oleh masing-masing OPD. Selain itu, pihaknya pun menginginkan segala prioritas yang dilakukan ini harus benar-benar berkualitas dan dikerja­kan secara optimal. “Kami in­gin semua proyek yanh menjadi prioritas bisa berkualitas lagi. Bahkan, kami juga ingin melihat dan mengembalikan lagi kepada kegiatan tersebut.

Bahkan, dari setiap kegiatan itu output apa yang bisa diambil? Selain itu output kegiatan juga musti sesuai dari awal sebuah setelah ada perencanaan. Kalau memang kegiatan tersebut sifat­nya kontruksi, seperti apa spesi­fikasinya. Kerangkanya pun sep­erti apa dan semua pekerjaan yang dikerjakan itu mesti sesuai dengan koridor dan rambu-rambu yang ada,” tutur Sari, usai rapat tertutup tentang Kegiatan pemaparan kegiatan prioritas yang digelar di Aula Rapat Ins­pektorat Cilegon, kemarin.

Ia mencontohkan, saat ini ada beberapa OPD yang menger­jakan kegiatan yang bersifat kontruksi, juga harus menge­tahui dan memenuhi standar dan speck yang ada. Kemudian, diperlukan kerangka-kerangka yang valid sesuai dengan kori­dor dan rambu-rambu yang ada. Bahkan, OPD juga barus bisa melihat kontrak yang jelas yang akan dikerjakan.

“Jadi semua itu musti dilalu­kan oleh para OPD dalam men­jalankan proyek yang akan mer­eka kerjakan. Speck dan kontrak harus sesuai dengan kontrak dan rambu yang ada. Jangan sampai nantinya pengerjaan proyek yang akan dijalankan jus­tru akan berdampak buruk terh­adap pekerjaan tersebut. Perlu diingat juga serapan amggaran pun harus dilihat jangan sampai menimbulkan silpa yang begitu besar,” papar Sari.

Pada proyek yang dikerjakan tersebut, Inspektorat berkewa­jiban dalam mengawasi dan mengawal proyek yang akan di­lakukan di masing-masing OPD, supaya tidak keluar dari regulasi dan tupoksi yang ada.

Perlu diketahui, beberapa program prioritas yang dimiliki Pemkot Cilegon di antaranya, Program Pembangunan dan Pemeliharaan Sport Center, Program pembinaan dan peng­gelolaan pemagaran Pasar Blok F, program pengembangan Ko­munikasi dan pengelolaan in­stansi daerah, program pening­katan kualitas pengelolaan dan pengembangan teknologi inter­nal (pengembangan smart city). Selanjutnya, program penataan perumahaan dan permuki­man dan Peningkatan cakupan layanan air minum PDAM.

Inspektur Kota Cilegon, Epud Saepudin mengaku, jika pihaknya selalu berupaya dalam melaku­kan pengawasan terhadap OPD yang memiliki anggaran yang besar dalam berbagai proyek pengerjaan. Bahkan, Inspektorat telah melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada OPD dalam hal penganggaran. “Oh kita su­dah ingatkan bahkan pembinaan pun sudah kita lalukan. Sekarang tergantung pada masing-masing orang tersebut dalam penggu­naan anggaran tersebut. Yang terpenting penyerapan anggaran yang dimiliki OPD,” tukas Epud. (eua/eky/bnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.