Kades Pakualam Tolak Program PTSL

Padahal Banyak Warga Tak Mampu yang Belum Memiliki Sertifikat Tanah

PAKUHAJI, SNOL–Sejumlah warga mendesak Kepala Desa (Kades) Pakualam, Kecamatan Pakuhaji, Kabu­paten Tangerang untuk mengambil jatah pembuatan sertifikat tanah gra­tis melalui program Pendaftaran Ta­nah Sistematis Lengkap (PTSL) atau yang dulu disebut Prona. Pasalnya di saat masih banyak warga yang belum memiliki sertifikat tanah karena terkendala biaya, Kades Pakualam, Hasan Basri dikabarkan telah menolak pro­gram pemerintah pusat melalui melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Tokoh Masyarakat Kampung Duri, Desa Pakualam, Rohim mengaku mendapatkan kabar jika di tahun 2018 ini, Desa Pakualam menjadi salah satu desa yang menerima program PTSL dari BPN. Untuk itu dirinya beserta warga lainnya bermaksud untuk mengurus sertifikat ta­nahnya yang dimilikinya, lewat program PTSL. Namun saat dirinya beserta warga lainnya mengurus pembuatan sertifikat tanah gratis tersebut, dirinya harus ke­cewa karena mengetahui jika program tersebut tidak dilakukan di Desa Pakualam karena telah ditolak kades

“Kami kecewa, terlebih alasan, Kades Pakualam Hasan Basri menolak pro­gram pembuatan sertifikat tanah gratis melalui PTSL tidak jelas. Aparatur desa juga tidak tahu alasan Hasan Basri me­nolak program PTSL,” keluh Rohim ke­pada Satelit News, Minggu (11/3) lalu.

Menurut Rohim, hingga saat ini pe­nolakan program PTSL yang dilakukan Kades Pakualam tidak pernah dijelas­kan ke warga. Padahal warga sudah lama menanti pembuatan sertifikat yang merupakan program pemerintah pusat tersebut, karena mayoritas warga tidak mampu bila untuk membuat sert­ifikat tanpa program PTSL.

“Seharusnya, kades bisa menjelaskan ke warga kenapa program PTSL yang sangat membantu warga khususnya warga miskin bisa ditolak,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan, Wawan Cukring warga Kampung Pakuhaji Ku­lon, Desa Pakualam. Menurut Wawan, informasi Desa Pakualam mendapat jatah pembuatan sertifikat tanah gratis melalui program PTSL dari BPN Ka­bupaten Tangerang disambut antusias oleh warga namun warga mendadak kecewa mendengar Kades Pakualam menolak program PTSL tersebut.

“Banyak warga datang ke kantor Desa Pakualam untuk mengurus pembuatan sertifikat tanah gratis melalui PTSL na­mun setelah mendengar informasi dari aparatur desa bahwa Kades menolak PTSL, warga kecewa,” singkatanya.

Sekretaris Desa Pakualam Aip mem­benarkan Kades Pakualam menolak pro­gram pembuatan sertifikat gratis melalui program PTSL ke warga pada 2018 ini. Na­mun demikian, pria yang akrab dipanggil Goip enggan meyampikan alasan Kades Pakualam menolak progaram PTSL terse­but. “Memang Kades Pakualam Hasan Basri untuk semantara ini belum men­gammbil program PTSL. Alasanya kenapa tidak mau mengambil, tolong konfrmasi langsung Pak Hasan saja,” singkat Aip ke­pada Satelit News, Senin (12/3).

Hingga berita ini diturunkan Satelit News belum bisa mendapatkan konfir­masi dari Kaades Pakualam Hasan Bas­ri mengenai alasan penolakannya terh­adap program PTSL ini. Baik di telepon dan mendatangi Kantor Desa Pakulam namun tidak berahasil. Hasan Basri tak bisa mintai keterangan baik melalui telepon maupun saat didatangi ke Kan­tor Desa Pakualam karena tengah be­rada di luar. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.