Kursi Anggota DPRD Berpeluang Bertambah

Dari 50 Menjadi 55 Orang

TIGARAKSA, SNOL—Jumlah kursi ang­gota DPRD Kabupaten Tangerang berpeluang untuk ditambah menjadi 55 dari sebelumnya 50 orang. Seir­ing bertambahnya jumlah penduduk Kabupaten Tangerang yang dibukti­kan dengan KTP dan Suket.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Syarifullah mengatakan, kursi anggota DPRD Kabupaten Tangerang tahun 2019 mendatang berpeluang untuk ditambah menjadi 55 orang, dari sebelumnya berjum­lah 50 orang.

Lanjut Syarifullah, kemungkinan itu berkaitan erat dengan data pen­duduk asli Kabupaten Tangerang, yang ditunjukan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) atau sebagai bukti dukun­gan kepada Calon Legislatif (Caleg) yang hendak mengajukan diri pada Pemilihan Legislaatif (Pileg) tahun 2019 mendatang.

“Masih bisa ditambah lima orang lagi menjadi 55 dari sebelumnya 50 orang,” ujarnya kepada Satelit News, Selasa. (13/3).

Menurut Syarifullah, dari 3 juta penduduk asli Kabupaten Tangerang, baru 2 juta saja yang memiliki KTP-el dan Surat Keterangan (Suket), sele­bihnya belum ada. Padahal, kata dia, kepemilikan data penduduk akan sangat mempengaruhi perolehan jumlah suara dan Caleg yang akan muncul pada Pileg 2019 mendatang.

“Setiap Caleg yang maju harus bisa menunjukan foto kopi KTP atau Suket sebagai bukti dukungan dari masyarakat. Bagaimana Caleg terse­but bisa membuktikan jumlah pen­dukungnya,  apabila masyarakatnya itu sendiri tidak memiliki KTP atau Suket,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Sarifullah, kepemilikan KTP atau Suket juga sangat penting untuk mengetahui berapa jumlah warga asal luar dae­rah, dengan begitu Pemerintah Ka­bupaten (Pemkab) Tangerang bisa mengetahui warga mana saja yang harus diawasi. Khususnya, saat saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Dae­rah (Pilkada) bulan Juni mendatang.

“Pemkab Tangerang juga bisa ikut mengawasi perusahaan mana saja yang tidak memberikan izin kepada para pekerjanya dari asal luar daerah saat pencoblosan di daerahnya mas­ing-masing,” tandasnya.

Oleh karena itu, Syarifullah ber­harap agar kepemilikan KTP-el atau Suket bisa segera terselesaikan sebe­lum masa pencalonan legislatif di­gelar tahun depan. “Agar bisa segera terselesaikan, setidaknya September 2018 ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Deni Rohdiani mengaku, pihaknya belum memiliki data pekerja asal luar daerah di Kabupaten Tangerang. Meski begitu, pihaknya akan terus gencar untuk melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang ada agar hak para buruh bisa terpenuhi, khususnya saat pencoblosan Juni mendatang.

Lanjut Deni, perusahaan diwajib­kan untuk meliburkan karyawannya yang berasal dari luar daerah agar bisa ambil bagian dalam menentu­kan kemajuan di daerahnya masing-masing. “Kita rutin turun ke bawah untuk memberikan rasa aman ke­pada karyawan,” tandasnya.

Terpisah, Divisi Program dan Data KPU Kabupaten Tangerang, Mahmud Iqbal Syam mengatakan, dari data pemilihan selama ini yang dilakukan KPU Kabupaten Tangerang tidak ada data mengenai warga asal luar daerah yang berada di Kabupaten Tangerang.

“Maaf kami tidak punya data warga dari asal luar daerah,” kata Iqbal dalam pesan singkatnya. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.