Kada Diminta Rajin Cek Kondisi Rakyat

Ingatkan Soal Bansos yang Harus Tepat Sasaran

KOTA SERANG, SNOL–Menteri Sosial (Mensos) RI, Idrus Marham mengimbau kepala daerah (kada) di Banten untuk lebih rajin mengecek data rakyat yang memenuhi syarat menerima bantuan sosial (ban­sos). Bila perbaikan data dapat dilakukan dengan baik, maka kondisi rakyat akan bisa lebih terantisi­pasi dengan baik pula.

“Kepala daerah harus rajin menyisir dan bertemu rakyat­nya. Kalau rajin disisir, pasti bisa mendapatkan bantuan pada saat terjadi kebutuhan mende­sak,” kata Idrus Marham, saat berkunjung ke Kota Serang, Rabu (14/3).

Pernyataan Mensos merespon kasus gizi buruk di Kampung Cibuah Talang, Desa Cibuah, Kecamatan Warung Gunung, Ka­bupaten Lebak, Provinsi Banten. Dimana, sejumlah media mem­beritakan, terdapat penderita gizi buruk di daerah tersebut.

“Jadi kalau rajin dicek datan­ya dan memenuhi syarat, bisa mendapatkan bantuan, misal­nya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), maka kebutu­han-kebutuhan mendesaknya bisa terpenuhi. Kami sudah me­minta pendamping, TKSK dan kepala daerah, agar menyisir warga dan memperbaharui data tersebut. Posisi kementerian adalah, menetapkan data dari daerah setiap enam bulan,” tam­bahnya, seraya menyatakan, ke­luarga penderita Gizi Buruk itu sudah tercatat dalam penerima PKH sejak tahun 2017.

Merujuk pada Undang-Un­dang (UU) Nomor 13 / 2011, ten­tang Penanganan Fakir Miskin diatur alur verifikasi dan vali­dasi data secara berjenjang dari tingkat kelurahan terus berting­kat sampai gubernur, sebelum sampai ke Kementerian Sosial (Kemensos).

Oleh karena itu, Mensos juga berpesan kepada kepala daerah di tingkat kota/kabupaten, agar memastikan aparaturnya dari tingkat bawah seperti RT/RW, desa/kelurahan, kecamatan, dan Kepala Dinas Sosial, ber­peran aktif memonitor kondisi rakyatnya.

Dari sini akan bisa didapatkan data baru, mana diantara mer­eka yang kondisinya memenuhi syarat untuk diberikan ban­tuan. Kemudian, data ini bisa masuk dalam Basis Data Ter­padu (BDT). Sehingga, bantuan sosial bisa menjangkau warga yang menenuhi syarat. “Jadi, lakukan penyisiran dan perba­harui datanya. Bagi warga yang memenuhi syarat, hampir pasti mereka akan dapat bantuan seperti rastra sebanyak 10 kg, kemudian bantuan lain seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” tambah Idrus.

Diketahuui, Mensos hadir di Gedung Olahraga Komplek Sta­dion Syech Maulana Yusuf, Kota Serang, untuk mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara penyerahan KIP, PKH dan Bantuan Pangan Non Tu­nai (BPNT). Untuk Kota Serang, penerima PKH Reguler tercatat sebanyak 9.300 keluarga, dengan nilai bantuan Rp 17.577.000.000. Untuk BPNT, terdapat 16.390 keluarga, dengan nilai bantuan sebesar Rp 21.634.800.000. Se­hingga, total bantuan sosial un­tuk Kota Serang tahun 2018 seni­lai Rp 39.817.800.000.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ka­bupaten Pandeglang, Fery Hasa­nudin menyatakan, siap men­goordinasikan dengan Dinsos Pandeglang, terkait pesan dan amanah Mensos terkait jenis bantuan sosial, termasuk mem­validasi Masyarakat Penerima Manfaat (MPM). “Baik pener­ima PKH, Jamsosratu, Rastra dan jenis bantuan lainnya. Kami akan koordinasikan dengan Dinsos, termasuk dengan apara­tur di bawah, hingga tingkat Desa/Kelurahan,” imbuhnya. (mardiana/made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.