5 Pembobol Uang Nasabah Bank Diringkus di Serpong

SERPONG,SNOL— Kasus pembobolan dana nasabah bank dengan modus duplikasi kartu kredit atau kartu debit (ATM) melalui skim­ming, akhirnya terungkap. Tim Sub Direktorat Reserse Mobile Kepolisian Daerah Metro Jaya meringkus komplotan pelaku berjumlah lima orang di empat tempat berbeda. Tiga tempat ke­jadian perkara (TKP) di antaranya yakni di wilayah Serpong.

Dari lima pelaku skimming, empat orang di antaranya meru­pakan warga negara asing (WNA) asal Rumania dan Hungaria. Se­dangkan satu pelaku lagi warga negara Indonesia asal Bandung Jawa Barat. Kelima pelaku masing-masing, Caitanovici Andre­an Stepan (Rumania), Raul Kalai alias Lucian Meagu (Rumania), Ionel Robert Lupu (Rumania), Ferenc Hugyec (Hungaria) dan Milah Karmilah (Indonesia).

“Mereka melakukan aksi ke­jahatannya di wilayah Bandung dan Yogyakarta,” ungkap Kepala Unit Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rovan Richard Mahenu dalam keterangan rilisnya Kamis (15/3).

Para pelaku ditangkap di empat tempat berbeda. Antara lain di DE PARK Cluster Kayu Putih Blok AB 6 No.3 Serpong Kota Tangsel, Bohemia Vilage 1 No.57 Serpong Tangsel, Hotel Grand Serpong, dan di Hotel De’ Max Lombok tengah, Nusa Tenggara Barat.

Rovan menjelaskan, kelima tersangka sudah memulai aksinya sejak Juli 2017. Mereka mem­buat alat skimmer dan perangkat lainnya, kemudian memasang­nya di berbagai ATM di wilayah Bali, Bandung, Yogjakarta, Tangerang, dan Jakarta. Mo­dusnya, alat skimmer tersebut mengambil data nasabah lalu di­gandakan di kartu ATM kosong.

Selanjutnya, para tersangka tinggal menggunakannya seperti transaksi biasa di ATM. Digunakan dengan cara datang ke mesin ATM, memasukkan nomor pin, selanjutnya para tersangka menarik tunai uang yang ada di ATM.

Aksi yang dilakukan para ter­sangka terendus setelah pihak kepolisian mendapat banyak laporan dari masyarakat. Polisi pun melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan rekaman CCTV, serta me­minta keterangan dari para saksi dan korban. Setelah semua lapo­ran lengkap, polisi pun segera melakukan penangkapan.

“Kasus ini berhasil kami un­gkap setelah hunting selama 1 minggu dengan team subdit Resmob Polda Metro Jaya unit 4,” terangnya.

Dari para tersangka, polisi me­nyita aneka barang bukti dalam kejahatan skimming itu. Yakni 1 buah Deep Skimmer, 1 buah Encoder, 3 buah Spy cam, 1.447 buah kartu ATM yang telah diisi dengan data curian, 21 kartu ATM Member Card, 2 buah buku Paspor atas nama Andrian Ste­ven Caitanovici (rumania) & Fe­renc Hugyec (hungaria), 4 buah Kanopi Pin Pet, 6 SD Card merek sundisk, 6 buah baterai Merek Original Candy Pack, 4 buah Mulut ATM (bezel), 5 unit HP, 19 buah karet mulut atm (bezel), 1 buah leptop merek Lenovo, 6 buah modem, 5 buah Hardisk, 5 buah Flasdisk, 2 buah Cripto Hadrwere Walet, 2 buah Double tip Merek 3M, 5 buah Lem Bakar, 3 buah Lem Power Blue, kabel carger yg sudah di modifikasi, 1 buah Metabo Li-Power, 1 buah Solder, 1 buah penggaris ukur, 1 buah DVD room, 3 kartu perdana Simpati, 3 buah active speaker yg sudah dimodifikasi untuk membawa kartu atm cloning, masing2 bermerek Sanken dan 2 Pure acoustic. 1 bor porteble dan sejumlah alat untuk membuat Deep Skimmer.

Sementara itu, kepada penyi­dik, para pelaku mengaku uang yang mereka peroleh dari hasil aksi kejahatannya digunakan para tersangka untuk keperluan mereka sehari-hari. (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.