HRD PT Saedong II Dipecat

Enam Oknum Karyawan Lainnya Dalam Pengawasan Ketat

RANGKASBITUNG,SNOL–Human Re­source & Development (HRD), atau di­visi sumber daya manusia PT Saedong II, yang berada di jalan Cikande-Rang­kasbitung (Cirabit), tepatnya di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Fauzan. Akhirnya dipecat oleh pihak manajemen, karena terbukti melakukan kesalahan terhadap ratusan karyawannya.

Bahkan lima hingga enam oknum bawahan Fauzan, kini sedang menjadi perhatian internal manajemen peru­sahaan tersebut, untuk mengatahui lebih rinci tingkat kesalahannya. Hal itu, buntut dari adanya kasus dugaan penyekapan dan rekrutmen karyawan yang diharuskan membayar kepada ok­num perusahaan tersebut.

Demikian dikatakan kuasa hukum PT Saedong II,   Ba’dia F Yadi, setelah menggelar dengar pendapat hasil tim investigasi Komisi III Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD), di Aula DPRD Lebak, Jumat (23/3).

Pasca kejadian itu, PT Saedong me­lalui kuasa hukumnya, Ba’dia F Yadi, manajemen PT Saedong akan secepat­nya melakukan perbaikan yang selama ini dianggap keliru. Bahkan, manaje­men akan kembali melakukan tinda­kan tegas terhadap karyawannya yang melakukan kesalahan, tepatnya me­langgar Undang-Undang ketenagaker­jaan.

“Tadi telah disampaikan oleh Komisi III DPRD Lebak, maupun oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak, bila PT Saedong masih memiliki beberapa kekurangan. Untuk itu, semua kekurangan yang kami miliki di PT Saedong, akan segera diperbaiki. Agar kedepan, perusahaan ini tidak lagi melakukan kesalahannya,” kata Ba’dia F Yadi, SH, seraya menambahkan, bila manajemen PT Saedong I telah memecat HRD PT Saedong II, karena diketahui bersalah melakukan hal yang tidak benar kepada karwayan di perusahaan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Lebak, Rudi Kurniawan yang ditemui usai memangil Manajemen PT Saedong I dan PT Sae­dong II yang kedua kalinya di ruang rapat terbatas DPRD Lebak mengung­kapkan, desakan tim investigasi agar HRD PT Saedong II dipecat, sudah dire­alisasikan oleh manajemen perusahaan.

Bahkan, lima hingga enam orang oknum karwayan yang juga bawahan Fauzan, sedang diperiksa tim internal manajemen perusahaan yang bergerak dibidang produksi sepatu merk ternama tersebut. “Perlu diketahui, untuk pe­nyekapan terhadap karyawan PT Sae­dong II, itu tidak terbukti. Namun yang terbukti, dari hasil investigasi kami, se­lama kepemimpinan HRD yang dijabat Fauzan, terdapat jual beli seragam. Di­mana, karyawan harus membeli seragam yang dikeluarkan PT Saedong II. Selain itu, terbukti pula adanya uang pelicin atau uang sogokan bila ingin diterima menjadi karyawan di perusahaan terse­but. Makanya, agar hal itu tidak terulang, HRD-nya telah dipecat,” ujar Rudi.

Selain melakukan pemecatan ter­hadap HRD, pihak manajemen PT Sae­dong I telah melakukan penggantian uang pembelian seragam kepada ratu­san karyawan PT Saedong II. Begitupu­la, uang pelicin untuk bisa masuk men­jadi karyawan PT Saedong, kini sedang dalam pembahasan penggantiannya.

“Hal-hal lain yang kami desak, terkait harus memiliki mushola dan sarana lainya. Kami lihat langsung ke PT Sae­dong, sudah mulai dibangun,” tandas­nya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.