PT DNU Diduga Berdiri di Tanah Negara

Dibangun di Lahan Pengairan

PAKUHAJI, SNOL- Selain mendapatkan protes atas limbah asap yang dikeluar­kan saat produksi, PT Duta Nusa Utama (DNU) di Kampung RT 02 RW 01, Desa Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, Kabu­paten Tangerang sejumlah warga juga mempertanyakan perizinan pabrik pembuatan karung tersebut. Pasalnya pabrik yang melebur karung bekas menjadi karung baru tersebut, diduga berdiri di atas lahan milik negara.

Seperti yang diungkapkan mantan Ke­pala Desa Kalibaru periode 1993 hingga 2001 Suhengar. Menurut Suhengar saat dirinya masih menjabat lahan yang saat ini ditempati PT DNU tersebut meru­pakan lahan milik negara atau populer warga meyebut tanah pengairan.

Bahkan menurut Suhengar, saat itu Pemerintah Pusat melalui Kementeri­an Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) pernah melayangkan surat pengosongan tanah kepada warganya yang menjadi peng­garap di lahan yang sekarang ditempati oleh PT DNU.

“Saya juga tidak tahu, kenapa seka­rang berdiri pabrik karung. Padahal, dulu pemerintah meminta warga yang bercocok tanaman harus mengosong­kan,” kata Suhengar kepada Satelit News saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/4).

Suhengar menjelaskan awalnya war­ga sebenarnya tak mempermasalahkan keberadaan pabrik tersebut. Namun karena asap yang dikeluarkan pabrik tersebut menganggu warga, membuat warga mulai melakukan protes ke­beradaan pabrik tersebut.

Menurut Suhengar atas kondisi terse­but, puluhan warga yang mengeluhkan asap dari pabrik karung milik PT DNU pernah melakukan protes pada tahun 2017 . Saat itu aksi spontan puluhan warga yang awalnya memanas bisa dcegah oleh aparat Polsek Pakuhaji dan pihak kecamatan.

“Saat itu, pemilik pabrik berjanji akan membuat cerobong lebih tinggi agar asap tidak mencemari lingkungan penduduk. Janji pemilik pabrik tidak ditepati. Namun sejak ddemo tersebut sampai kini asap tetap mencemari pen­duduk,” tuturnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat kampung Kalibaru RT 02 RW 01 Hasan Basri menambahkan, keluhan sejum­lah warga yang mengeluhkan asap dari pabrik karung yang awalnya meminta pemilik pabrik untuk memperbaiki cerobong pembuangan asap agar tidak mencemari lingkungan warga. Namun setelah tahu bahwa tanah yang ditem­pati milik negara, akhirinya, warga me­minta Pemerintah Kabupaten (Pemk­ab) Tangerang untuk menutup pabrik tersebut.

“Saya minta pejabat-pejabat di Pemk­ab Tangerang untuk mendengarkan ke­luhan warga Kalibaru yang mengeluh aktivitas pabrik PT DNU. Kalau bapak-bapak pejabat tidak percaya bahwa asap dari pabrik karung mencemari lingkungan warga. Silahkan datang ke­sini,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris PT DNU Lina memilih bungkam tidak menjawab beberapa pertanyaan yang disampikan wartawan. “Pimpinan saya tidak ada. Maaf saya lagi sibuk,” singkat Lina sambil menutup pintu kantor PT DNU.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah warga Desa Kalibaru meminta Pemer­intah Kabupaten (Pemkab) Tangerang segera menindak tegas dengan me­nutup aktivitas pabrik karung milik PT DNU. Pasalnya, aktivitas pabrik terse­but khususnya asap yang dikeluarkan­nya sangat menganggu warga. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.