Usulkan Hapus Tanda Tangan Basah

Rencana Pembuatan Dokumen Kependudukan Satu Jam

TANGERANG, SNOL—Kementrian Dalam Negeri berencana mem­buat peraturan tentang standarisasi waktu pembuatan dokumen kepen­dudukan. Kemendagri mengingink­an agar pembuatan dokumen kepen­dudukan dapat selesai dalam waktu satu jam. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang men­gaku siap merealisasikannya selama perangkatnya mendukung.

Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Erlan Rusnarlan men­gatakan untuk merealisasikan per­mintaan tersebut diperlukan kerja keras dan pendukung yang mema­dai. Menurutnya dengan adanya pendukung dari teknis maupun fisik, maka pembuatan data kependudu­kan dapat lebih cepat.

“15 menit juga bisa asal yang daft­arnya sedikit dan segala sesuatunya lancar. Jaringan bagus dan blangko KTP nya juga tersedia,” ujar Erlan ke­pada Satelit News, Selasa (10/4).

Erlan mengatakan rencana Ke­mendagri harus diiringi dengan sejumlah perubahan peraturan. Semisal, untuk daerah yang jumlah pendudukan banyak, penandatan­ganan kartu keluarga dan akta lahir dilakukan dengan metode scan.

“Tidak usah ditanda tangan basah,”ujar Erlan.

Menurut Erlan, untuk bisa menandatangani berkas secara manual yang dilakukan oleh setiap Kepala Dinas di daerah membutuh­kan cukup waktu. Terlebih lagi Kota Tangerang memiliki masyarakat yang cukup banyak.

“Apa mungkin berkas yang masuk rata-rata per hari 300 berkas harus dengan satu jam selesai,” imbuh Erlan.

Salah seorang warga Kota Tangerang Hadi mengaku setuju dengan adanya kebijakan tersebut. Menurutnya data kependudukan sangatlah dibutuhkan dalam ke­hidupan mereka.

“Ya bagus jika memang bisa selesai dalam waktu satu jam. Tapi saya ti­dak yakin dengan banyaknya antrian seperti sekarang ini berkas yang kita ajukan bisa selesai dengan waktu itu, apalagi kalau bikin KTP,” ungkap dia.

Meski demikian Hadi mengatakan kebijakan tersebut bisa saja terealisa­si oleh Pemerintah Kota Tangerang. Asalkan menurut pria bertubuh kecil ini, peraturan dan persyaratan untuk membuat data kependudukan itu bisa lebih dipermudah.

“Seperti dulu kan tidak memakai tanda tangan basah, jadi berkas juga tidak menunggu TTD asli dari kepala dinas. Nah mungkin itu bisa merealisasikan dan memaksimal­kan data kependudukan,” tukasnya. (iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.