Musim Tanam Pertama, 25 Hektar Sawah Kena Hama

SEPATAN TIMUR, SNOL – Badan Pe­nyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan yang meliputi pengawasan area per­tanian Kecamatan Sepatan, Sepatan Timur, Pakuhaji, dan Sukadiri, Ka­bupaten Tangerang mencatat pada musim tanam pertama pada 2018 ini, area pertanian di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur Terserang Hama dengan luas 25 Hektar. Akibat­nya hasil panen warga di musim tanam pertama tersebut kurang maksimal.

Petugas pengendali hama Sepatan dan Sepatan Timur pada BPP Sepa­tan Muslim Ansori mengakui serang hama pernah menyerang area per­tanian blok Gaga kecil Desa Gempol Sari seluas 25 Hektar pada musim ta­nam pertama pada 2018. Hama terse­but menyerang tanaman padi milik para petani yang baru tumbuh dan terus meluas hingga wilayah lainnya.

“Serang Hama pernah terjadi pada musim tanam pertama bahkan se­rang Hama bukan saja terjadi di Sepatan Timur tapi juga Sepatan,” kata pria yang akrab dipanggil Halim ini saat dihubungi Satelit News, Min­ggu (15/4).

Menurut Halim, upaya yang dilaku­kan BPP untuk membantu para petani baik di Kecamatan Sepatan dan Sepa­tan Timur yang area pertaniannya terserang hama, pihaknya melakukan peyemprotan hama bantuan dari Ba­lai Besar BPP sebab pada serang hama pada musim tanam pertama terse­but terjadi bukan saja di Kecamatan Sepatan dan Sepatan Timur namun seluruh Indonesia. “Alhamdulillah namun untuk musim tanam kedua pada 2018 Belum diketemukan serang hama sebab pada musim tanam ked­ua belum semua petani melakukan penanaman,” jelasnya.

Halim menegaskan, berdasarkan catatan BPP Sepatan yang meliputi pengawasan area pertanian Keca­matan Sepatan, Sepatan Timur, Pakuhaji, dan Sukadiri, jumlah area pertanian padi di Kecamatan Sepa­tan Timur hanya 65 hektar sebab di Kecamatan Sepatan Timur ban­yak area pertanian padi yang beralih ke tanaman holkutura. Misalnya, bayam dan lainnya. “Saya tegaskan, disini jumlah area pertanian padi di Sepatan Timur saat ini tidak sampai 100 hektare,” tegasnya.

Halim menambahkan, BPP Sepa­tan akan terus melakukan upaya pendamping ke para petani baik pet­ani padi dan petani holkutura agar hasil pertanian yang digarap bisa menghasilkan panen yang melimpah namun pihaknya meminta agar para petani berperan aktif dan bekerja sama dengan petugas dari BPP. “Per­an aktif yang dimaksud, untuk beker­ja sama dengan petugas BPP bila ada serangan hama,” jelasnya

Dihubungi terpisah, salah seorang petani di Gempol Sari Burhan mem­benarkan belum semua area per­tanian di Desa Gempol Sari sudah melakukan penanaman padi pada musim tanam kedua sebab petani kesulitan pasokan air dari saluran air yang ada di desa Gempol Sari. “Se­rang Hama itu terjadi pada musim tanam pertama kang bukan tanam yang kedua, sebab tidak semua pet­ani memulai penanaman,” singkat­nya. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.