Pedagang Mi Rebus Jual Miras Oplosan

Diamankan Polisi

KOTASERANG, SNOLPeredaran minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Serang sangat mem­prihatinkan. Para penjual tak han­ya pada kios jamu dan toko kolon­tongan, melainkan pedagang mie rebus pun mulai ikut-ikutan men­jual miras oplosan.

Seperti di Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, DS (36), seorang peda­gang mie rebus diamankan petu­gas Polsek Cikande, Sabtu (14/8) malam. Dari dalam warung, petugas berhasil mengamankan 109 botol miras oplosan yang dikemas ke dalam botol air min­eral. Selain miras oplosan, juga disita bir dan anggur kolesom.

“DS berikut barang buktinya kita amankan. Untuk pengam­bangan, kasusnya kita limpah­kan ke Satuan Resnarkoba Pol­res Serang,” ungkap Wakapolsek Cikande, AKP Ate Waryadi, Min­ggu (15/4).

Wakapolsek menjelaskan peredaran miras oplosan atas pedagang mie rebus ini meru­pakan laporan dari masyarakat. Dalam laporannya, sekitar dua bulan ini, selain menjual mie rebus dan kopi panas, DS juga menjual miras oplosan. Ber­bekal dari laporan itu, petugas langsung melakukan operasi.

“Sepintas memang tidak men­jual miras, namun saat dilaku­kan penggeledahan ditemukan seratusan botol miras oplosan yang disembunyikan di dalam warung. Berikut barang buk­tinya, tersangka kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan,” terang AKP Ate.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Wakapolsek, DS mengaku sudah sebulan lebih menjual miras op­losan. Barang haram tersebut didapatkan dari seseorang yang warga Tangerang. “Identitasnya pengirim miras oplosan tidak bisa saya sebutkan karena untuk memudahkan pengungkapan,” kata Ate.

Sementara, DS mengakui menjual miras oplosan karena untuk tergiur untuk mendap­atkan penghasilan tambahan. Warga Kompleks Puri Citra di Kecamatan Walantaka, Kota Se­rang mengaku menjual miras oplosan tidak mengeluarkan modal. Dari satu botol yang ter­jual, DS mengaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp3 ribu.

“Tak perlu modal karena ada yang mengirim. Saya hanya me­nyetor dari miras yang terjual. Keuntungan yang saya dapat sebesar Rp3 ribu perbotol,” aku DS kepada petugas saat dimintai keterangan.

Sebelumnya,puluhan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Serang menggelar operasi minu­man keras (miras) di sejumlah lokasi di wilayah Serang Timur, Rabu (11/4) malam. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) berbagai merek serta miras oplosan dalam kemasan botol air mineral.

Kasat Resnarkoba Polres Serang, AKP Nana Supriyatna mengata­kan, operasi miras ini merupakan kegiatan rutin untuk mencegah merebaknya peredaran miras di wilayah hukum Polres Serang. Operasi juga dilakukan sebagai bentuk antisipasi jajaran Polres Serang menyusul adanya pulu­han warga yang meninggal akibat menenggak miras oplosan di se­jumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Operasi merupakan kegiatan rutin dalam menekan mere­baknya peredaran miras. Opera­si kali ini juga ada kaitan dengan kejadian puluhan warga yang tewas akibat miras,” kata Kasat, Kamis (12/4).

Kasat menjelaskan jumlah miras yang berhasil diamankan dari sejumlah ini sebanyak 252 botol miras berbagai merek dengan kandungan alkohol di atas 10 persen. Selain itu, petu­gas juga mengamankan 65 botol air mineral berisi miras oplosan yang disita dari warung milik Inul (42) di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

“Untuk miras oplosan ini be­lum diketahui kadar alkoholnya, namun diprediksi lebih tinggi kadar alkoholnya dibandingkan dengan yang bermerk. Untuk para pemiliknya kita data dan diberikan peringatan. Kalau nanti ketahuan menjual lagi akan kita proses hukum,” tegas Kasat. (bnn)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.