Penampungan Benih Lobster Senilai Rp10 M Digerebek

KAB SERANG, SNOL – Bareskrim Mabes Polri menggerebek penampungan benih lobster di Kampung Kosambi I, Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Senin (16/4). Petugas berhasil mengamankan sebanyak 50.000 benih lobster dengan nilai sekitar Rp10 miliar.

Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso yang hadir dalam acara itu mengatakan bahwa penangkapan penampungan benih lobster itu dilakukan di sebuah villa yang diubah menjadi tempat penampungan. “Informasinya para pelaku ini menyewa villa ini seminggu yang lalu, kemudian dijadikan tempat untuk penampungan sementara baby lobster. Baby lobster kan menurut Peraturan Menteri Kelautan bila di bawah 200 gram tidak boleh untuk diekspor,” ujar Kapolres kepada wartawan.

Dikatakan bahwa, penampungan benih lobster ilegal di Cinangka tersebut biasa dikirim ke Jambi kemudian diekspor ke Singapura. “Baby lobster ini masih bibit dan dijual dengan harga murah. Informasinya sudah dikirim ke Jambi sudah lima kali menggunakan jalur darat,” terangnya.

Kapolres menjelaskan bahwa, para pelaku biasa mengambil benih lobster itu dari laut sekitar Laut Selatan Banten dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat yang ditampung dari para nelayan. “Mereka ngambil dari laut kemudian diternak, ditampung di villa ini. Tempatnya punya instalasi khusus, ada air dingin, ada air lautnya juga. Tempatnya sederhana sih, namun mereka serius untuk itu. Tadi diamankan sekitar 50 ribu baby lobster,” terangnya.

Kapolres menuturkan bahwa pelaku biasanya menjual per ekor benih lobster itu seharga Rp15.000. “Sistemnya orang luar diambil dari pelaku masih murah, di luar negeri ditangkar lagi. Nah kemudian sudah besar mahal kan itu, kemudian mereka jual lagi ke kita,” terangnya.

Sementara, Kanit Dittipiter Bareskrim Polri Kompol Agung Yuda Adi Nugraha mengatakan bahwa dalam penggerebekan itu pihaknya mengamankan sebanyak 10 orang terduga pelaku penampungan benih lobster.

“Kita mengamankan rumah yang dijadikan jadi penimbunan baby lobster, jumlahnya ada sekitar 50 ribu. Aset negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp10 miliar. Pelaku beroperasi sejak 3 April 2018. 10 orang terduga kita amankan mulai dari penjaga gudang dan bagian packing,” terangnya.

Dikatakan bahwa, pengungkapan kasus penampungan baby lobster ilegal itu saling berkaitan dengan kasus sebelumnya. “Informasi ini dari hasil pengembangan kasus penangkapan sebelumnya, kemudian kita kembangkan dan akhirnya kita temukan di sini,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa, penampungan baby lobster ilegal itu ada bos besar yang menggerakkan. Saat ini pihaknya tengah melakukan pengejaran. “Kasus Ini ada bos besar yang menggerakan, ini masih pengejaran kita. Indentitasnya sudah kita pegang, masih terus kita kejar,” terangnya. (bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.