Volume Kendaraan Turun Drastis

Uji Coba Ganjil Genap di Tol Tangerang

TANGERANG, SNOL—Uji coba aturan ganjil genap di Tol Jakarta – Tangerang kema­rin menurunkan volume kendaraan yang melintasi tol tersebut. Penurunan vol­ume kendaraan diprediksi mencapai 47 persen diband­ingkan biasanya.

Uji coba aturan ganjil ge­nap dilakukan pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. Ke­pala Korps Lalu Lintas (Ka­korlantas), Irjen Pol Royke Lumowa menyebutkan volume kendaraan pribadi yang melalui Tol Kunciran 2, Tangerang mengalami penurunan sebesar 47 pers­en dari biasanya setelah di­lakukan uji coba ini.

Dari data yang dihimpun, pada pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB kendaraan yang lebih sebanyak 30 ribu kendamelalui Tol Kunciran 2 kurang raan. Kini dapat berkurang 47 persen lantaran, adanya penera­pan uji coba aturan ganjil genap.­

“Kurangnya signifikan dan para pengendara yang kami li­hat lebih banyak perpindahan­nya ke moda transportasi atau­pun memilih berangkat lebih pagi,” katanya, Senin (16/4).

Dia menilai, untuk sosialisasi akan penerapan uji coba terse­but dirasa sudah sangat cukup dengan adanya sanksi solutif. Menurutnya pengendara yang belum mengetahui akan diarah­kan ke jalur lain menuju Jakarta.

“Tidak ada tilang, kami beri­kan sanksi solutif dengan me­milih jalur-jalur lain menuju Ja­karta seperti, arteri Daan Mogot, moda umum ataupun Tol Bi­tung,” ujar Royke.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan uji coba yang di­lakukan dimulai sejak pagi hari.

“Pelaksanaan sistem ganjil genap yang dilakukan di akses tol Janger (Jakarta- Tangerang) tepatnya tol Kunciran 2 arah Jakarta mulai dari pukul 06.00- 09.00 wib,” kata dia.

Menurut Bambang untuk saat ini sampai dua minggu kedepan masih dilakukan uji coba kenda­raan berplat ganjil genap. Hal tersebut menurutnya dilakukan agar masyarakat terbiasa dan mengetahui adanya pember­lakuan sistem ganjil genap di tol Jakarta-Tangerang.

Dalam upaya ini dikatakan Bambang, pemerintah hadir terhadap permasalahan trans­portasi masa kini maupun masa yang akan dating. Oleh karena itu, dengan transportasi masa kini perlu adanya kebijakan-kebijakan.

“Tiga paket kebijakan ini un­tuk di Jakarta- Tangerang, yakni jalur 1 skhusu bus dan kenda­raan umum, pengaturan truk, dan pengaturan ganjil genap. Kenapa di Kunciran 2, karena volume kendaraannya tinggi ke arah Jakarta,” ungkapnya.

Dengan pengaturan ini Bam­bang mengaku pihaknya meng­harapkan kecepatan kendaraan bisa dipertahankan karena vol­ume kendaraan tidak menurun tetapi berbagi beban kendaraan.

“Masyarakat akan berangkat lebih pagi, yang melintas jam 06.00 wib ini adalah sisanya, tentu kecepatannya bisa diper­tahankan. Target kami kecepa­tan kendaraan bisa mencapai 60 kilometer per jam,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap sistem Ganjil-Genap yang diterap­kan di Tol Tangerang mampu mengurai kemacetan hingga 40 persen, dengan perkiraan 1.500 kendaraan pada jam sibuk. Tar­get itu jauh lebih tinggi diband­ing penerapan di Tol Cikampek.

“Kalau di Tol Cikampek bisa mengurangi kemacetan seban­yak 36 persen dengan kecepa­tannya naik 22 persen. Kalau di Tol Tangerang kemungkinan bisa lebih yakni 40 persen den­gan sekitar 1.500 kendaraan pada jam sibuk,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/4).

Menhub optimistis kemung­kinan penerapan sistem Ganjil-Genap di Tangerang akan mem­berikan pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan di Bekasi. Hal ini terjadi karena kepa­datan di Tangerang lebih berat dibandingkan Bekasi.

“Mungkin Tangerang ini akan lebih besar persentase dalam mengurai kemacetan karena kepadatannya lebih berat di Bekasi, dan saya catat juga oku­pansi yang ada di bus ini bagus. Dengan kita menggunakan jalur khusus pasti orang berpindah ke bus itu banyak, dengan banyak yang berpindah ini pasti juga akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kemac­etan,” tuturnya.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini mengajak masyarakat agar menggunakan transportasi massal. Ajakan itu pun saat ini sedang digalakkan di daerah Tangerang. Selain dise­diakannya armada baru, juga akan disediakan jalur khusus.

“Transportasi massal adalah satu yang kita upayakan, seka­rang kita menggunakan bus. Dalam istilah teknisnya BRT (Bus Rapid Transit). Saya juga mencatat informasinya dari PPD, Sinar Jaya, Royal Platinum, hasilnya bagus. Bisa dibayang­kan dengan jalur khusus akan lebih bagus lagi. Harapan kita adalah semua minimal 50 pers­en masyarakat menggunakan transportasi massal,” jelasnya.

Saat ini, transportasi mas­sal untuk menuju daerah Tangerang adalah kereta api. Jika semakin banyak pengguna transportasi massal, pemerintah tidak menutup kemungkinan akan disediakan lebih banyak lagi armada.

Lebih lanjut, Menhub Budi menjelaskan adanya 3 program untuk mengurai kemacetan. “Oleh karena itu ada 3 program kita, dengan memberikan ja­lan khusus, membatasi truk-truk yang besar selama 3 jam di pagi hari, dan ada Ganjil-Genap di dua titik dari Kunci­ran dan Tangerang. Insya Allah ini berhasil, ya saya senang kita semua kompak menyelesaikan massalah konektivitas ini,” tam­bahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman mengatakan saat ini uji coba Ganjil – genap di Tol Tangerang berjalan lancar. Menurut dia, dalam uji coba ini pihaknya terus melakukan sosialisasi dan belum ada penindakan ter­hadap pengendara roda empat tersebut. Saeful tidak memung­kiri meskipun saat ini masih terdapat kendaraan yang belum mengetahui kebijakan tersebut.

“Ia memang ada yang belum tau. Tapi dari hasil di lapangan tadi lebih banyak yang sudah mengetahui dibanding yang be­lum,” terang dia Senin, (16/4).

Menurut Saeful uji coba ini akan dilakukan dalam dua pe­kan. Dengan begitu pihak Dinas Perhubungan bersama dengan BPTJ juga akan mensosialisasi­kan terhadap pengguna jasa Tol yang menuju Jakarta.

“Dua minggu kita akan laku­kan uji coba ini. Dalam uji coba kita juga akan melakukan sosial­isasi,” imbuh Saeful. (iqbal/jpg/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.