Bandar Besar Heroin Tewas Ditembak

TANGERANG, SNOL—Berakhir sudah petualangan AB, bandar besar narkotika di Tangerang. Gem­bong narkotika jenis heroin itu ditembak mati setelah mela­wan petugas ketika hendak di­tangkap. Sebanyak 1 kilo lebih heroin dan ratusan pil ekstasi milik siap edar milik AB berhasil diamankan jajaran Polres Metro Tangerang Kota.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurni­awan mengatakan AB merupak­an bandar besar yang menge­darkan narkotika di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

“Dia (AB) adalah bandar besar yang juga merupakan jaringan narkotika Indonesia – Malay­sia. Dan narkotika jenis heroin ini sudah lama tidak beredar di wilayah Tangerang,” ujar dia di ruang Kamboja RSUD Kabupat­en Tangerang Selasa, (17/4).

Lebih lanjut Harry menceri­takan, penangkapan bandar besar ini bermula saat petugas melakukan penangkapan ter­hadap seorang wanita ST di wilayah Kota Tangerang Selatan. Dari tangan wanita yang tengah hamil tersebut petugas menga­mankan beberapa barang bukti narkotika.

“Kami mengamankan 98 butir pil ekstasi, 33 gram brutto eksta­si berupa serbuk, 1 buah tim­bangan digital, 1 buah tas kecil, dua buah alat hisap dan 2 buah handphone,” terang dia.

Selanjutnya setelah menga­mankan ST, lanjut Kapolres, petugas melakukan pengem­bangan mendalam untuk men­cari beberapa pelaku lainnya. Dari pemeriksaan tersebut dua tersangka lainnya dibekuk di kota yang sama.

“Dua paket narkotika jenis sabu seberat 0,71 gram kami amankan dari dua orang ter­sangka yakni PL dan RK,” jelas dia.

Dari penangkapan tersebut polisi kembali meminta ket­erangan PL dan RK. Selanjutnya petugas kembali menangkap dua orang tersangka lainnya yakni AS dan RH.

“Narkotika jenis sabu kembali yang kami amankan dari tan­gan mereka. Kami menyita sabu seberat 55 gram dan 3 unit HP,” ungkap dia.

Tidak berhenti sampai disitu, petugas kembali memburu pe­milik barang haram yang die­darkan tersebut. Dari keteran­gan kedua tersangka PL dan RK petugas kembali membekuk AE, namun kali ini petugas mendapati barang bukti yang berbeda.

“Nah dari AE ini kami mendapat narkotika jenis hero­in sebanyak 669 gram brutto dan dua buah HP,” tegasnya.

AE yang kedapatan memi­liki heroin mengatakan barang haram tersebut diperoleh dari seorang bandar besar yakni AB. Menurut dia setelah diberikan heroin oleh AB dirinya kemu­dian membagi barang haram tersebut kepada satu rekan lainnya yang berada di wilayah Bekasi untuk diedarkan.

“Dia (AE) ngakunya dapat 1 kg dari AB. Dan kemudian heroin tersebut dibagi dua ke satu ter­sangka lainnya yakni NR dan kami berhasil mengamankan dia di wilayah Bekasi dengan heroin 414,69,” terangnya.

Dari keterangan kedua ter­sangka AE dan NR, tambah Ka­polres, petugas mendapat titik terang dengan tersangka utama yakni AB. Namun saat hendak diamankan AB malah melaku­kan perlawanan dengan meny­erang petugas menggunakan sajam.

“Kami meringkus AB di dae­rah Karawaci Kota Tangerang, saat itu dia menyerang petugas padahal sudah diberi tembakan peringatan dan akhirnya petu­gas mengambil langkah terarah dan terukur yang menyebabkan dia tewas setelah dilarikan ke rumah sakit,” tegas Kapolres.

Selain itu dari tangan pelaku petugas menyita beberapa berkas palsu yang dimiliki ter­sangka utama. Saat diperiksa AB merupakan bandar yang sudah melakukan perjalanan ke negeri Jiran.

“Kami mendapati 3 KTP den­gan nama berbeda dengan satu foto yang sama. Kemudian satu buah paspor dengan histori per­jalanan ke Malaysia,” tukasnya. (iqbal/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.