Jembatan Cigede Diperbaiki Secara Swadaya

Sudah Setahun Rusak Parah, Warga Pertanyakan Sikap Pemkab

PULOSARI,SNOL–Sejak awal tahun 2017, jembatan Cigede yang merupakan penghubung antara Kecamatan Pulo­sari dengan Kecamatan Carita, ambruk akibat bencana alam. Akan tetapi, hing­ga kini tak kunjung ada upaya perbai­kan atau pembangunan kembali oleh Pemkab setempat. Akhirnya, warga Kampung Kaduhejo, Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, memperbaikinya secara swadaya, tidak menunggu ban­tuan Pemkab.

Seorang warga setempat, Soleman menyatakan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan oleh masyarakat dengan gotong – royong. Karena selama ini, sudah memasuki hampir setahun tidak ada tanda-tanda akan ada perbai­kan dari Pemerintah. Padahal katanya, jembatan itu sebagai akses masyarakat untuk melancarkan aktivitasnya sehari-hari.

“Warga disini saja iuran. Pembangunannya sudah berjalan empat hari, secara gotong – royong. Karena kami juga sudah kecewa, lama menunggu, tidak ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh Pemerintah. Padahal, jembatan itu banyak dilalui masyarakat. Karena, sebagai akses antar warga Kecamatan Pulosari dan Carita,” kata Soleman, Minggu (29/4).

Warga dan Kepala Desa (Kades) menurutnya, sudah mengajukkan per­mohonan perbaikan jembatan tersebut ke Pemerintah Daerah. Akan tetapi, sama sekali tidak ada respon. Padahal katanya, kerusakan jembatan itu akibat bencana alam, yang terjadi sepanjang awal tahun 2017 lalu.

“Permohonan yang kami ajukan melalui dinas terkait, sampai sekarang tidak pernah ada tanggapan. Padahal, kerusakan jembatan tersebut akibat bencana alam,” tambahnya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pandeglang, Ade Mulyana me­nyatakan, jembatan tersebut rusak be­rat akibat diterjang banjir tahun lalu. “Memang infonya begitu, warga disana memperbaiki sendiri secara swadaya. Karena, jembatan tersebut akses vital masyarakat. Sehingga, membutuhkan perbaikan segera, agar tidak meng­ganggu aktivitas masyarakat,” ujar Ade.

Sementara, Camat Pulosari Efi Su­tiasa, ketika dihubungi melalui telepon selulernya beberapa kali, dalam ke­adaan tidak aktif. Begitu juga dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pena­taan Ruang (DPUR), Girgi Jiantoro, juga dalam keadaan tida aktif. (nipal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.