Tak Berizin, Dua Lokasi Galian C Ditutup Paksa

Kunci Alat Berat Disita Anggota Satpol PP

CURUGBITUNG,SNOL–Aktivitas galian tanah yang berlokasi di Kampung Cokel, Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, di­tutup paksa oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak, Kamis (3/5). Alasannya, selain tidak memiliki izin dari Pemerintah Ka­bupaten (Pemkab) Lebak, kebaradaan lokasi galian tersebut sering diprotes warga, akibat tanah yang diangkut truk setiap harinya kerap berserakan ke badan jalan dan mengganggu kenya­manan warga.

Dalam hal ini, tindakan tegas petu­gas dengan menyita kunci kontak alat berat jenis beco milik pengelolanya, agar tidak bisa beroperasi. Termasuk, member peringatan tegas kepada pengelola dan beberapa karyawan yang ada dilokasi.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-Undangan Daerah Di­nas Satpol PP Lebak, Tati Suryati mengatakan, tindakan tegas dari Satpol PP menindaklanjuti banyaknya laporan dari warga atas aktifitas galian tersebut. Dengan demikian, lokasi galian tanah milik Heri warga Curugbitung tersebut, tidak hanya kerap diprotes warga. Teta­pi, memang tidak memiliki izin.

Oleh karena itu, sebagai sanksinya, aktifitas galian tanahnya ditutup paksa. Bahkan agar tidak membandel, kunci kontak beco yang biasa digunakan un­tuk pengerukan tanah, turut disita. “Kunci kontak beco milik Heri, kami sita. Namun, kunci tersebut bisa diambil lagi, asalkan pemiliknya membuat surat perjanjian untuk tidak menggunakanya lagi sebagai pendukung aktifitas galian tanah,” kata Tati, Kamis (3/5).

Selain melakukan penutupan lokasi galian tanah di Kecamatan Curugbi­tung, pihaknyapun menghentikan ak­tifitas galian tanah di Kecamatan Maja. Dengan alasan yang sama, yaitu tidak memiliki izin dari Pemkab Lebak.

“Kami harap, bagi siapapun yang me­miliki lokasi galian tanah, tentu harus memiliki izin dari Pemkab Lebak. Agar dikemudian hari, tidak menimbulkan persoalan,” tegasnya.

Kepala Dinas Satpol PP Lebak, Dar­tim menambahkan, pihaknya akan berlaku tegas kepada siapapun yang melanggar peraturan, maupun perun­dang-undangan daerah yang berlaku. Seperti halnya, aktifitas galian tanah di Kecamatan Curugbitung.

“Kami harap, seluruh masyarakat di Lebak yang mengetahui atau melihat ada lokasi galian tanah yang dinilai meng­ganggu kenyamanan masyarakat, atau tidak memiliki izin resmi dari Pemkab Lebak. Informasikan kepada kami, un­tuk segera dilakukan tindakan tegas,” ujar Dartim. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.