Usaha Penambangan Pasir Terancam Ditutup Paksa

Satpol PP Pasang Plang Larangan Angkutan Pasir Basah

RANGKASBITUNG,SNOL – Pulu­han  anggota Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Lebak, menyisir lokasi penambangan pasir, serta memasang poster bertulis­kan larangan mengangkut pasir basah dan melebihi kapasitas, di Kecamatan Cimarga, Sajira, serta Kecamatan Rangkasbitung. Tujuannya, agar tidak ada lagi pengusaha yang nekat men­jual pasir basah.

Kepala Dinas Satpol PP Lebak, Dartim mengatakan, hingga kini masih banyak pengusaha penam­bang pasir yang secara diam-diam menjual pasir basah kepada para sopir truk. Untuk itu, agar mereka (pengusaha pasir) tidak melalukan­nya lagi, pihaknya telah memberi­kan peringatan, sekaligus memasang poster dan spanduk yang bertuliskan larangan menjual maupun mengang­kut pasir basah disemua titik lokasi penambangan pasir di tiga keca­matan tersebut.

“Selama ini sopir truk kerap menuding, bila pengusahasa pasir yang selalu memaksa menjual pasir basah kepada sopir truk. Disisi lain, pengusaha penambangan pasir yang justru menuding para sopir truk yang ingin membeli pasir dalam keadaan basah. Untuk itu, persoalan ini ha­rus kami tangani,” ujar Dartim, Rabu (11/7).

Ditegaskannya, bila himbauan mau­pun larangam menjual pasir basah tidak diindahkan para pengusaha penambangan pasir, maka pihaknya melalui Pemerintah Kabupaten (Pemk­ab) Lebak akan merekomensasikan pencabutan izin usahanya kepada Di­nas Pertambangan dan Energi (Distam­ben) Provinsi Banten.

“Perizinan usaha penambangan pa­sir, saat ini dikeluarkan oleh Dinas Pert­ambangan dan Energi Provinsi Banten. Namun, bila pengusaha pasir masih melanggar aturan menjual pasir basah, maka bukan tidak mungkin Pemkab Lebak akan merekomendasikan pen­cabutan izinya,” tegasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Peraturan Pe­rudang Undangan Daerah Dinas Satpol PP Lebak, Tati Suryati menambahkan, meski sudah menegurnya, serta me­masang poster larangan menjual mau­pun mengangkut pasir basah. Pihaknya akan tetap menugaskan aggotanya, untuk terus patroli diseluruh lokasi penambangan pasir di tiga kecamatan tersebut.

“Pengawasan kami sifatnya tertutup, agar aktifitas penjualan dan pengang­kutan pasir di masing-masing lokasi penambangan bisa kami pantau,” im­buh Tati. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.