Gedung DPRD Lebak “Disegel” Kumala

Kesal dan Kecewa, Tuding Anggota Dewan Tak Pro Rakyat

RANGKASBITUNG,SNOL–Lagi, sejumlah aktivis dari Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) meluapkan emosinya. Kini, mereka menyegel gedung Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, menggunakan poster bertuliskan “Ge­dung Ini Disegel, KUMALA PC LEBAK”. Diketahui, sebelumnya aksi unjuk rasa Kumala dihiasi dengan pembakaran se­buah boneka harimau, sebagai simbol para anggota dewan tak punya kebera­nian.

Penyegelan itu juga dilakukan, kare­na Kumala kesal terhadap Ketua DPRD Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, yang tidak mau menemuinya saat aksi Rabu (11/7) lalu. Malah, hanya diwakili oleh salah seorang wakil ketua.

Informasi yang dihimpun, kedatangan aktivis Kumala kedua kalinya ke gedung itu, atas tantangan Ketua DPRD Lebak terhadap Kumala, untuk meng­gelar audiensi perihal tuntutan evaluasi reses dan kunker, yang dituding tidak ada manfaatnya untuk masyarakat, serta tuntutan lainnya saat aksi Kumala.

Terlihat, puluhan aktivis Kumala tiba di gedung DPRD Lebak sekitar pukul 09.45 WIB. Kurang lima belas menit dari jadwal, yang sebelumnya Ketua DPRD Lebak meminta Kumala datang pukul 10.00 WIB.

Nyatanya, hingga pukul 10.03 WIB, Ketua Dewan berikut anggotanya be­lum hadir. Sehingga, mengundang kekecewaan para aktivis Kumala. Akh­irnya, Kumala yang dimotori Fahmi Idris langsung membubarkan diri dan menyegel pintu masuk gedung wakil rakyat itu.

Ketua Koordinator Kumala, Fahmi Id­ris mengatakan, ini bukti bahwa Ketua berikut anggota dewan tidak menepati janjinya atas tantangan menggelar au­diensi bersama. Kumala datang sesuai tantangan, bahkan hadir sebelum jad­wal waktu yang ditentukan.

“Jangankan ngurus rakyat, tepat wak­tu saja mereka (anggota dewan,red) tidak becus,” kata Fahmi, seraya me­nambahkan sebagai kekecewaannya, gedung DPRD disegel.

Terpisah, Ketua DPRD Lebak, Ibnu Junaedi Jarta saat ditemui di ruang kerjanya oleh wartawan mengatakan, ia dan anggota dewan lainnya tidak merasa telat datang, yaitu sesuai jadwal audiensi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Mungkin mereka (Kumala,red) tidak mau beraudiensi, sehingga tidak mau menunggu kedatangan kami (anggota dewan,red). Nyatanya, kami mau ma­suk ke ruang rapat paripurna, kumala malah pergi meninggalkan ruang audi­ensi,” klaimnya.

Disinggung terkait penyegelan ge­dung DPRD oleh Kumala, Ketua De­wan mengatakan, silahkan saja dan sah – sah saja seperti apa bentuknya. Tapi, soal ancaman dipidanakan, ia mengaku pikir pikir dulu.

“Karena saya berangkatnya dari akti­vis, untuk dipidanakan itu masih perlu dipikirkan kembali,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejum­lah aktivis Kumala PC Lebak berunjuk rasa di depan gedung DPRD Lebak, dengan pengawalan dan pengamanan ketat aparat kepolisian setempat. Selain membentangkan spanduk tuntutan, berorasi, pengunjuk rasa juga memba­kar boneka harimau, sebagai simbol bahwa wakil rakyat yang ada dinilai su­dah tak punya keberanian untuk mem­perjuangkan aspirasi rakyat.

“Reses, Kunker dan agenda lainnya yang selama ini dilakukan para anggota dewan, tidak memberi dampak berarti bagi rakyat,” tegas orator Kumala, Rabu (11/7). (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.