Terminal Cadasari Belum Dioperasikan

Dibagian Dinding Banyak Coretan dan Bahan Material Terlihat Berserakan

CADASARI,SNOL–Terminal Cadasari di Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, hingga kini be­lum dioperasikan. Walau seluruh sara­na seperti, gedung kantor, selter, musa­la, toilet dan kios sudah berdiri dan siap digunakan, namun, disudut lain tam­pak material berupa paving block masih berserakan.

Informasi yang dihimpun, pembangunan terminal Cadasari menghabis­kan anggaran sebesar Rp 1,8 Miliar ber­sumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2017. Pem­bangunannya sudah selesai sejak bulan Desember 2017 lalu, namun hingga kini belum diresmikan.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Di­shub Pandeglang, Entong Haromaen menyatakan, terminal Cadasari itu untuk memfasilitasi angkutan umum (angkum) atau angkutan kota (angkot) jurusan Cadasari – Rego dan Cadasari – Serang. Yang selama ini katanya, masih belum tertata dengan rapi.

“Ya, belum diresmikan. Makanya, be­lum beroperasi. Maksudnya, itu nanti digunakan untuk angkot jurusan Ca­dasari – Rego dan Cadasari – Serang,” kata Entong, Senin (16/7).

Katanya, ia tidak mengetahui persis berapa anggaran yang dihabiskan dan kapan pelaksanaan, serta selesainya pembangunan terminal itu. Karena diakuinya, ia hanya sebagai pengguna setelah nanti diserahterimakan dari Bi­dang Sarana Prasarana (Sarpras).

Terpisah, Kepala Dishub Pandeglang, Dadan Tafif Danial yang dihubungi me­lalui telepon selulernya menyatakan, akan segera berkoordinasi dengan pelaksana dan para pihak terkait, terma­suk dengan Bupati Pandeglang, terkait rencana peresmian terminal tersebut.

Menurutnya, serah terima dari pelak­sana pembangunan ke dinas yang dip­impinnya, sudah dilakukan awal bulan Juli lalu. Hanya saja, ada beberapa ba­gian yang masih dalam perawatan dan harus diperbaiki oleh pelaksananya.

“Ya, kami juga inginnya segera diresmi­kan dan dioperasikan. Akan kami koor­dinasikan dengan Bupati. Karena, ren­cananya yang akan meresmikan adalah ibu Bupati langsung,” pungkasnya.

Pantauan dilokasi, dibagian dinding toilet, dipenuhi coretan dan air dari kerannya tidak mengalir. Bahkan, dind­ing musholla yang letaknya berdamp­ingan dengan toilet, juga ada beberapa coretan di dinding. Selain itu, dibagian dinding selter dan kantor juga, ada be­berapa coretan.

Di pojok kiri, terdapat kios yang ma­sih tertutup rapat, belum dioperasikan. Rencananya, kios itu akan disewakan kepada pihak ketiga, demi kepentingan masyarakat. (mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.