Krisis Air Bersih Kian Meluas

SERANG,SNOL – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang semakin meluas. Sebanyak 1.339 jiwa‎ yang tersebar di tujuh Kampung di Desa Walikukun Kecamatan Carenang kesulitan air bersih karena kurangnya curah hujan dan tercemarnya aliran Sungai Ciujung.

Berdasarkan data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, kerisis air bersih sebelumnya juga terjadi‎ di Kecamatan Tirtayasa, meliputi Kampung Tengkurak, Rt 08 dan 09,RW 03, Desa Tengkurak sebanyak 133 KK dan 266 jiwa.

Kemudian Kampung Alang-alang, Rt 08, 09,10, RW 03, Desa Alang-alang sebanyak 150 KK dan 500 jiwa, dan Kampung Brangbang‎, Rt 19,20,21,22, RW 05, Desa Lontar sebanyak 320 KK dan 1.200 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan,‎ untuk mengurangi resiko dari kekurangan pasokan air tersebut, secara bertahap pihaknya sudah melakukan pendistribusian ke lokasi terdampak. “Bantuan air bersih sebanyak 5000 liter sudah didistribusikan di Kampung Astana Tengah RT 002/001 Ds. Walikukun Kec. Carenang,” kata Nana, Kamis (27/7).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selama ini sebagian warga terpaksa membeli dari distributor air terdekat. Warga krisis air bersih lantaran kurangnya curah hujan dan tercemarnya aliran Sungai Ciujung. “BPBD Kabupaten Serang telah melakukan validasi dan verifikasi data. Berdasarkan laporan dari tim di lokasi, bahwa ada sekitar 7 (tujuh) kampung terdampak dengan jumlah penduduk 1339 jiwa, kondisi ini sudah terjadi sejak 25 Junia,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 700 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani Kabupaten Serang di Kecamatan Binuang, juga mengalami krisis air bersih lantaran tidak teraliri air PDAM sejak satu bulan terakhir. Hal itu terjadi lantaran air baku PDAM  dari sungai Cidurian terpapar limbah, dan tidak dapat diolah.

Staf Direktur PDAM Tirta Albantani, Rahmat Hidayat, mengatakan saat ini pihaknya sedang membuat pengajuan kepada pimpinan terkait informasi awal kondisi di Binuang tersebut. Laporan dilakukan agar PDAM tidak menerbitkan rekening untuk pelanggan di Binuang.

“Kondisi airnya enggak bisa diolah. Karena disitu yang IPA Binuang ambil air bakunya dari Cidurian,” kata Rahmat saat ditemui di kantornya, Selasa (24/7).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada sebanyak 700 pelanggan yang tidak terlairi air bersih. Pelayanan di Binuang ini sudah terhenti sejak sebulan lalu. “Yang terdampak hanya  di sepanjang Instalasi Pengolahan Air (IPA) Binuang saja,” ujarnya.

Menurutnya, terhentinya pelayanan wilayah Binuang dikarenakan adanya pencemaran di sepanjang aliran sungai Cidurian. Akibatnya air baku dari Sungai Cidurian itu tidak bisa lagi diolah menjadi air minum.  “Enggak bisa diolah lagi airnya,” ujarnya.‎ (sidik/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.