Warga Apresiasi Penutupan Akses Parsial 19 Pakuhaji

PAKUHAJI, SNOL—Warga di sekitar Kam­pung Sungai Turi Desa Laksana Keca­matan Pakuhaji Kabupaten Tangerang mengapresiasi penutupan akses jalan menuju kawasan Parsial 19, Pakuhaji oleh aparat kepolisian.

Ketua RW 10 Desa Laksana Pakuhaji, Royani (48) mengatakan, penutupan jalan tersebut menguntungkan warga. “Alhamdulillah warga bisa tenang sek­arang, tidak ada komplain lagi. Kami sangat berterima kasih,” tutur Roy­ani saat dihubungi wartawan, Selasa (23/10).

Menurutnya, penutupan jalan itu di­lakukan dengan bijak dan disepakati warga setempat. “Walaupun ditutup tapi mobil kecil seperti ambulans dan mobil jenazah masih bisa masuk. Nah kalau mobil besar seperti pemadam kebakaran telah disediakan akses jalan tersendiri,” lanjutnya.

Senada disampaikan warga lain. Lici (50), mantan Ketua RW 11 untuk wilayah Kampung Sungai Turi juga me­nyambut baik upaya penutupan akses jalan Parsial 19. “Sebagai warga Kam­pung Sungai Turi saya tidak merasa ter­ganggu, karena kami sudah diberi akses jalan yang bisa dilalui masyarakat,” pa­parnya.

Lici mengaku, untuk sarana transpor­tasi kebutuhan sehari-hari seperti ang­kutan air mineral dan kebutuhan sem­bako pun tidak terganggu. Lebih dari itu, keamanan anak-anak kecil menjadi lebih terjamin. “Anak-anak sekolah leb­ih aman, tidak khawatir dengan mobil-mobil besar yang biasanya lalu lalang di jalan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu warga lain, Udin (38) turut memberikan apresiasi positif ter­hadap penutupan akses Parsial 19 Pak­uhaji. Banyak manfaat yang diperoleh warga. Warga Pakuhaji ini mengakui, dulu sebelum akses jalan ditutup, war­ga khawatir dengan banyaknya mobil besar yang melintas.

“Di sini kan banyak anak-anak kecil yang bermain, ngeri aja kalau ada mobil besar lalu lalang. Tapi sekarang sudah nyaman, sudah aman begitu jalannya di pasang portal,” terang Udin.

Dia berharap portal tersebut ditutup selamanya. “Warga di sini sudah sepak­at seperti itu, jadi kalau bisa portalnya tidak perlu dibuka-buka lagi,” pungkas­nya.

Sebelumnya, ratusan aparat ke­polisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Tangerang Kota dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabu­paten Tangerang, menutup akses jalan menuju Pergudangan Parsial 19, Rabu (18/7/2018) silam. Polisi beralasan, ada pelanggar hukum dari pihak swasta yang ditengarai mencaplok lahan mi­lik pemerintah, dan membangun jalan tidak sesuai aturan. Dalam kasus ini, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan TS selaku pengelola Parsial 19 sebagai tersangka. (rls/dm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.