Potensi Perikanan Diklaim Melimpah

Pendapatan Tangkap Ikan Capai Rp 124 Miliar per Tahun

RANGKASBITUNG,SNOL–Dinas Perikanan (DP) Kabupaten Lebak mengklaim, sektor perikanan di Lebak saat ini masih tetap menjadi andalan. Terbukti, nilai pendapatan ekonomi tangkap ikan men­capai Rp 124.953.541.067. Sehing­ga, sektor ini mampu menggerakan perekonomian masyarakat nelayan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembi­naan Nelayan Dinas Perikanan (DP) Lebak, Hassan Lubis mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mendorong sektor perikanan tangkap, serta hal itu dijadikan andalan peningkatan ekonomi kerakyatan.

Mengingat,   Lebak memiliki po­tensi perikanan yang cukup besar, dengan panjang pantai sekitar 92,41 Kilometer. “Produksi perikanan tangkap ikan, menembus 5.508.512 kilogram. Dengan perguliran nilai ekonomi Rp 124.953.541.067,” kata Hassan, Jumat (14/12).

Katanya, produksi perikanan tangkap berpotensi hingga 10.557,24 ton per tahun. Itu ter­diri dari, perairan umum seban­yak 3.712, 40 ton per tahun, dan perairan zona ekonomi ekslusif  6.844,84 ton per tahun. “Namun demikian, kembali lagi pada se­mangat para nelayan dan terlihat dari situasi cuaca. Karena, jika cuaca ekstrim jelas tidak memung­kinkan para nelayan melaut. Gelombang tinggi, akan mengancam keselamatan mereka (nelayan,red) dan tangkapan ikan tak akan maksimal,” tambahnya.

Menurutnya, Pemkab Lebak se­tiap tahun menyalurkan bantuan alat tangkap berupa kapal, hingga jaring kepada nelayan. Upaya yang dilakukan itu, guna meningkatkan produksi tangkapan. Itu juga tam­bahnya, merupakan bentuk komit­men pemerintah dalam membantu mensejahterakan masyarakat pesi­sir, yang kebanyakan berprofesi ne­layan.

Ditambahkannya, perikanan tangkapan di pesisir selatan Kabu­paten Lebak terdapat 43 jenis ikan, diantaranya, kakap merah, kerapu, kue, layang bengol, tuna sirip kun­ing dan tongkol abu – abu. Produk­si perikanan tangkap, dipasok ke wilayah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Bahkan, beberapa jenis ikan sep­erti, kakap merah dan layur di ekspor ke luar negeri,” ujarnya.

Nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, tersebar di 11 Tempat Pele­langan Ikan (TPI). Pihaknya me­minta, nelayan terus meningkatkan produksi tangkapan guna mening­katkan pendapatan ekonomi nelayan. “Nelayan harus terus semangat, khususnya dalam meningkatkan produksi demi peningkatan eko­nominya,” harapnya.

Sementara, seorang nelayan di pe­sisir pantai selatan, Iming (50) mengaku, tangkapan ikan yang favorit yaitu layur, cakalang, tuna dan kakap merah. Karena, jenis ikan tersebut memiliki harga cukup tinggi. Harga ikan kakap merah, bisa dilelang sam­pai Rp 60.000 per Kg. Layur Rp 50.000 per Kg, dan Cakalang Rp 70.000 per Kg.

“Jika cuaca normal, kami bisa mendapat penghasilan bersih setelah di potong bahan bakar men­capai Rp750 ribu sampai Rp 1,5 juta per hari,” akunya.

Ia dan para nelayan lainnya ber­harap, mendapat perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam bantuan alat tangkap atau pinjaman modal di massa paceklik. Disampai­kannya pula, selama musim barat atau antara bulan September – De­sember, kondisi keuangan para ne­layan mulai menyusut.

“Di saat itu-lah, kami butuh pinja­man atau bantuan modal. Termasuk, bantuan alat tangkap. Karena, saat ini kami harus bersaing dengan para nelayan yang alat tangkapnya lebih modern,” imbuhnya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.