Sembilan Juta Tabung Gas Melon Disiapkan

Antisipasi Kelangkaan di Libur Natal dan Tahun Baru 2019

SERANG,SNOL—Pasokan tabung gas 3 kg atau gas melon di Provinsi Banten bertambah signifikan pada libur Na­tal dan Tahun Baru 2019. Dinas En­ergi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten menambah kuota gas melon dari sebelumnya berkisar 8.526.160 tabung, bertambah men­jadi 9.481.669 tabung. Penam­bahan dilakukan untuk mengan­tisipasi kelang­kaan di pasaran.

Kepala Dinas ESDM Provin­si Banten Eko Palmadi mengatakan, kebutuhan tabung elpiji bersubsidi selalu me­ningkat pada bulan Desember, teru­tama di periode libur Nataru.

Pun demikian pada Desem­ber kali ini yang diprediksi ada peningkatan kebutuhan se­hingga kuota elpiji bersubsidi ditambah.

“Ada peningkatan rencana distribusi elpiji 3 kg sebesar 11 persen. Alokasi reguler pada De­sember 8.526.160 tabung men­jadi 9.481.669 tabung. Ada tren meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada Desember 2016 realisasi distribusi menca­pai 8.686.170 tabung dan di 2017 yaitu 9.042.440 tabung,”ujar Eko di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, kemarin.

Ia menuturkan, alokasi plus fluktuatif event Desember dan tahun baru berlaku bagi 8 ka­buapten/kota di Banten. Rinci­annya, Kabupaten Tangerang bertambah 238.560 tabung, Kota Tangerang 214.480 tabung, Kota Tangerang Selatan 138.880 tabung dan Kabupaten Lebak 59.427 tabung. Selanjutnya, Ka­bupaten Pandeglang bertam­bah 72.990 tabung, Kabupaten Serang 115.707 tabung. Kota Cilegon 45.141 tabung dan Kota Serang 70.324 tabung.

“Sedangkan ketahanan depot LPG Tanjung Sekong tersedia tangki timbun sebanyak 4 den­gan total kapasitas 10.000 ton. Stok rata-rata 7.650 ton dengan kebutuhan rata-rata per hari 1.500 ton,” katanya.

Adapun harga eceran tertinggi (HET) elpiji bersubsidi atau 3 kg di Provinsi Banten telah ditetap­kan melalui keputusan bupati/walikota. Kabupaten Lebak HET eks agen Rp 14.200 dan HET eks pangkalan Rp 16.000 sampai Rp 17.000. HET Kabupaten Pande­glang di eks agenda Rp 14.200 dan HET eks pangkalan Rp 15.700 hingga Rp 16.700.

Kemudian Kabupaten Se­rang HET pada eks agen seniali Rp 14.500 dan HET eks pan­gkalan Rp 16.000. Kabupaten Tangerang HET eks agenda Rp 14.500 dan HET eks pangkalan Rp 16.000. Kota Cilegon HET eks agen Rp 14.000 dan HET eks pangkalan Rp 15.500. Kota Tangerang HET eks agenda Rp 14.500 dan HET eks pangkalan Rp 16.000.

“Sementara di Kota Serang HET eks agen berada di angka Rp 14.300 dan HET eks pangka­lan Rp 16.000. Terakhir di Kota Tangerang Selatan HET eks agen sebesar Rp 14.500 dan HET eks pangkalan Rp 16.000,” rincinya.

Lebih lanjut dipaparkan Eko, agar distribusi elpiji selama Nataru bisa berjalan lancar, pi­haknya telah menyusun sejum­lah program antisipasi. Pertama, membentuk agen dan pangka­lan satgas yang siaga melayani konsumen. Kedua, depot sta­siun pengangkut dan pengisian elpiji (SPPBE) dan agen akan menambah waktu opersional apabila dibutuhkan.

Ketiga, peningkatan sarana dan fasilitas agen dan pangkalan utnuk kelancaran dalam pelay­anan serta penyaluran elpiji. Ke­empat, memperkuat ketahanan stok elpiji di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan outlet modern. Kelima, pema­sangan spanduk ketersediaan elpiji di SPBU. Keenam, moni­toring bersama PT Pertamina, pemerintah dan agen.

“Antisipasi lainnya seperti operasional penyaluran dilak­sanakan normal sampai 24, 25, 26 Desember atau tak ada hari libur. Lalu juga menambah stok elpiji kemasan lain seperti elpiji 12 kg, Bright Gas 12 kg dan 5,5 kg serta elpiji 50 kg,” tuturnya.

Wakil Gubernur Banten An­dika Hazrumy optimistis, Nataru di Banten akan berjalan dengan kondusif, aman dan terkendali. Berdasarkan laporan dari in­stansi terkait, ketersediaan se­gala hal yang berkaitan dengan Nataru dalam kategori aman.

“Stabil itu kunci mengahadapi Nataru. Kami optimis musim libur Nataru di Banten kali ini akan berjalan aman dan lancar,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

Kepala Bulog SubDivre Tangerang, Junaidi mengaku, untuk menjaga stabilitas kebu­tuhan bahan-bahan pokok se­lama liburan panjang nataru ta­hun ini, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pemerin­tah daerah se-Tangerang Raya, termasuk pihak kepolisian dan Satgas pangan di masing-mas­ing daerah Tangerang Raya.

Lanjut Junaedi, upaya untuk terus menekan harga kebutuhan pokok di pasaran dilakukan mu­lai dari pengadaan op pasar mu­rah bersama Bulog yang digelar pada masing-masing daerah se- wilayah Tangerang Raya hingga batas waktu belum ditentukan.

“Terus kita gelar, bekerjasama Pemerintah daerah, kepolisian dan Satgas pangan se-Tangerang Raya, agar harga-harga kebutu­han pokok ini bisa terus ditekan. HP pasar murah ini belum diten­tukan batas waktunya sampai ka­pan intinya masih terus berlanjut sampai harga bener-bener sta­bil,” pungkasnya. (denny/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.