Pemkab Tangerang Gelar Shalat Ghaib Serentak

Peduli Korban Tsunami

TIGARAKSA, SNOL—Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Tangerang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabu­paten Tangerang menggelar Salat Gaib untuk korban bencana alam tsunami di Provinsi Banten dan Lampung Se­latan, di Mesjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Jumat (28/12). Sebe­lumnya, Pemkab Tangerang bersama MUI telah menyebarkan surat edaran tentang Salat Gaib serentak.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskan­dar menjelaskan, ajakan untuk meng­gelar Shalat Ghaib serentak hingga tingkat Kecamatan dan seluruh Mesjid di Kabupaten Tangerang itu telah dipikirkan secara matang-matang bersa­ma dengan MUI Kabupaten Tangerang. Hasilnya, Pemkab Tangerang bersama MUI memutuskan untuk membuat edaran untuk melaksanakan Salat Gaib usai melaksanakan Salat Jumat.

“Seluruh MUI di tingkat kecamatan dan juga seluruh Mesjid se-Kabupaten Tangerang, bisa melaksanakan Salat Gaib bagi korban bencana alam tsunami di Provinsi Banten dan di Lampung Selatan yang dilaksanakan setelah Salat Jumat,” ujarnya kepada wartawan usai Salat Gaib.

Zaki mengatakan, tujuan dilak­sanakannya Salat Gaib tersebut ialah un­tuk memberikan doa kepada korban ben­cana yang terjadi beberapa waktu lalu, agar selalu dalam lindungan Allah SWT. Terlebih bagi para korban yang diting­galkan keluarganya lantaran meninggal dunia, agar selalu diberi ketabahan dan kesabaran menghadapi musibah itu.

“Edaran tersebut dikirm mulai dari se­malam (kemarin,red) dan kita mulai den­gan Salat Gaib setelah Salat Magrib kema­rin, sekaligus juga baca Yasin dan berdoa untuk korban bencana alam. Alhamdulillah, hari ini Salat Jumat di Mesjid Agung Al-Amjad sangat luar biasa, kita juga bisa melaksanakan Salat Gaib bersama-sama dan mendoakan para korban,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum (Se­kum) MUI Kabupaten Tangerang, KH Nur Alam mengatakan, Salat Gaib terse­but sebagai bentuk kepedulian masyara­kat Kabupaten Tangerang melalui ban­tuan doa. Selain itu, Nur Alam berharap, arwah korban yang wafat dapat diampu­ni dan diterima di sisi Allah SWT.

“Semoga saja arwah almarhum dan almarhumah yang wafat karena bencana itu diampuni dan diterima, serta ditem­patkan oleh Allah SWT di surganya. Semoga juga dapat menjadi hikmah dan pelajaran buat kita semua,” katanya.

12 Orang Warga Kabupaten Tangerang Meninggal

Selain itu, Bupati Tangerang Zaki Is­kandar menambahkan, korban yang berasal dari Kabupaten Tangerang ter­catat sebanyak 12 orang korban me­ningal dunia. Kemudian lebih dari 20 orang mengalami luka-luka. Data terse­but, kata Zaki, dapat bertambah, sebab hingga kini proses identifikasi dan pen­dataan jenazah belum selesai.

“Masih ada lagi korban yang belum terkonfirmasi nanti kita tunggu hasil ter­kahir dari identifikasi korban. Kemung­kinan juga ada korban warga Kabupaten Tangerang yang di Provinsi Lampung Selatan. Ini juga belum dapat kita pasti­kan jadi baru informasi-informasi saja,” pungkasnya. (candra/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.