Ada Khatib Ditengarai Kampanye di Tempat Ibadah

KOTA SERANG,SNOL–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten menengarai adanya khatib yang ikut kampanye dengan mengarahkan pada peserta pemilu tertentu. Yang menjadi sorotan, ajakan itu disampaikan di tempat ibadah yang merupakan salah satu lokasi terlarang untuk kampanye.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten Di­dih M Sudi mengatakan, kampanye saat ini menjadi fokus pengawasan­nya. Salah satu yang kini sedang dipan­tau adalah aktivitas di tempat ibadah. Sebab, Bawaslu menemukan adanya dugaan aktivitas kampanye di lokasi tersebut. “Kampanye itu memang kita punya peraturan, di undang-undang bahwa tidak boleh misalnya di tempat ibadah. Di musala, masjid begitu,” kat­anya, kemarin.

Mantan komisioner KPU Provinsi Banten itu menjelaskan, adapun temuan dugaan kampanye itu Bawas­lu justru menemukan terduga yang mengajak-ajak adalah khatib atau imam. Mereka diduga mengarahkan ke salah satu calon presiden (capres) atau parati politik tertentu. “Tapi ma­sih kita temukan ada imam atau khatib di pengajian yang kreatif. Di masjid teriak-teriak mengajak kepada capres tertentu atau partai tertentu,” katanya.

Hal tersebut, kata dia, hingga saat ini didapat atas temuan Bawaslu. Se­dangkan kasus serupa yang sifatnya berasal dari laporan belum ada yang masuk. “Kalau laporan belum ada tapi kami temukan dugaan tersebut,” ung­kapnya.

Mantan Ketua Komisi Transpar­ansi dan Partisipasi Kabupaten Lebak itu menegaskan, meski ada larangan kampanye di tempat ibadah namun Bawaslu sama sekali tidak melarang peserta pemilu datang ke masjid.

“Perlu saya sampaikan dalam kondisi ini Bawaslu tidak melarang orang untuk datang ke masjid. Karena kalau caleg (calon anggota legislatif) datang ke masjid tidak mau salat ber­jemaah karena disebut (dilarang) oleh Bawaslu, pasti Bawaslu itu atheis be­gitu,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Didih, Ba­waslu justru mendorong masyarakat untuk beribadah ke tempat ibadah. Pun demikian dengan para peserta pemilu sepanjang memenuhi per­syaratan yang telah ditetapkan. “Bah­kan kita dorong, datang ke masjid si­lakan saja,” ucapnya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Ke­menag) Provinsi Banten Bazari Syam mengimbau, agar tokoh agama tidak menggunakan kekuatan figurnya untuk kepentingan politik. “Saya se­benarnya begini, figur kiai yang pakai sorban berpeci putih terus dikreasi seperti ini menjadi persoalankan, nah ini akan rawan menimbulkan persoa­lan keagamaan. Ya kreatif yang lain lah, jangan yang itu (kampanye-red),” tuturnya. (denny/made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.