Sikap Arogan Polisi Picu Kekerasan Masyarakat

JAKARTA,SNOL Meningkatnya tingkat penembakan dan kekerasan terhadap polisi dalam beberapa waktu lalu menjadi akibat dari meningkatnya kebencian masyarakat terhadap polisi.

Demikian disampaikan langsung oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, saat menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Senin, 19/8).

Neta mengaku bahwa meningkatnya kejadian ini juga disebabkan dari perilaku yang dilakukan polisi sendiri terhadap masyarakat sekitar. Sikap polisi yang arogan, represif, dan cenderung melakukan kriminalisasi ini menjadi satu pemicu berkembangnya kebencian masyarakat terhadap polisi.

“Para penjahat kemudian melihat situasi ini untuk menjadikan polisi sebagai sasaran penembakan dia dimana di balik itu ada kebanggaan mereka sendiri setelah berhasil mencundangi polisi,” aku Pane.

Neta  juga menjelaskan bahwa ada indikasi bahwa kasus kekerasan yang terjadi adalah kriminalitas yang dilakukan oleh penjahat jalanan, dimana tidak ada hubungannya antara satu kasus dengan yang lainnya dan berbedanya tersangka untuk setiap kasus. Ia pun menekankan, sepanjang polisi belum berhasil mengungkap kasus-kasus ini, ini akan mucul pihak-pihak lain yang akan mencontoh kasus serupa. Ia berharap agar polisi dapat segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya sebab bila pelakunya sudah tertangkap, maka trend penembakan polisi ini akan berhenti.

“Petinggi kepolisian harus mendorong jajaran kepolisian untuk tidak bersikap diskriminatif dan tidak represif, itu secara umum. Tapi secara khusus, Polda Metro harus meningkatkan patroli dan razianya. Patroli di tempat-tempat strategis dan razia di tempat-tempat yang rawan. Seperti Tangerang Selatan kan itu wilayah abu-abu karena perbatasan tidak jelas apakah itu tugas Polda Metro atau tugas Polda Banten,” demikian Neta.(ysa/rmol)