IDI Tangerang Dukung Aksi Dokter RSU Tangsel

PAMULANG, SNOL Aksi unjukrasa dokter RSU Kota Tangsel Jumat (20/9) mendapat perhatian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang.

Ketua IDI Tangerang dr Jasarito menjelaskan, sedikitnya ada dua pelanggaran yang dilakukan RSU Tangsel.

Pertama terhadap undang-undang kesehatan terkait transfer of knowledge yang dilakukan dokter asing kepada tenaga medis yang ada di rumah sakit tersebut.

Kedua, melanggar Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 971 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, terkait posisi direktur RSU yang dipimpin oleh seorang yang bukan berasal dari tenaga medis yang mumpuni di bidang perumah sakitan.

Menurut Jasarito, dalam soal dokter asing masuk ke Indonesia, hanya ada tiga pintu masuk yang boleh dilalui. Pertama, dokter asing hanya boleh memberikan ilmunya di rumah sakit pendidikan, seperti di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. Kedua, harus bekerjasama dengan organisasi keprofesian dokter resmi di Indonesia, seperti IDI. Terakhir, dokter asing bisa masuk ke Indonesia bila terjadi bencana alam.

“Dan keseluruhan aktifitas dokter asing harus dipantau oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI),” kata Jasarito.

Kalau pun pihak RSU Tangsel beralasan bahwa keberada dokter asing karena tim dokter rumah sakit tidak mampu menangani kasus yang ada, lanjut Jasarito, seharusnya direktur maupun komite medik rumah sakit memberikan evaluasi.

“Minta bantuan saja kepada dokter lain di luar rumah sakit yang masih terikat pada IDI maupun perhimpunan spesialisnya. Kalau masih bisa ditangani oleh internal, buat apa mendatangkan (dokter) dari luar negeri,” tanyanya.

IDI Cabang Tangerang, kata Jasarito, menghimbau Pemkot Tangsel mengapresiasi dan memperhatikan apa yang menjadi tuntutan para dokter. “Apa yang dilakukan para dokter sudah tepat. Mereka sebelumnya sudah mengajak berdialog, namun tak didengar, makanya langsung menyampaikan ke pak Wakil Walikota,” katanya.

Jasarito berjanji akan terus mengawal apa yang menjadi langkah dalam perbaikan sistem di RSU Kota Tangsel oleh Pemkot setempat.(pramita)